Jakarta - BPOM melakukan sidak takjil Ramadan di Gandaria Utara, Jakarta Selatan. Ditemukan 3 sampel yang mengandung formalin dan pewarna sintetis.
Foto
BPOM Sidak Takjil di Gandaria Utara
Petugas BPOM menguji sampel takjil di kawasan Gandaria Utara, Jaksel, Rabu (4/3/2026).
Dari hasil pengujian, ditemukan 2 sampel yang mengandung formalin dan 1 sampel mengandung pewarna tekstil rodhamin B.
Pengujian dilakukan menggunakan rapid test kit yang mencakup pemeriksaan kandungan formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.
Sidak dilakukan dengan menyasar lapak-lapak pedagang takjil yang ramai dikunjungi warga menjelang waktu berbuka puasa. Sejumlah aneka sajian dibeli secara acak oleh petugas untuk diuji di lokasi, di antaranya es sirup, bakso, kerupuk, batagor, pacar cina, dan berbagai makanan ringan lainnya.
Dari hasil pengujian, ditemukan dua sampel mengandung formalin dan satu sampel mengandung rhodamin B. Bahan-bahan tersebut dilarang digunakan dalam produk pangan karena berisiko bagi kesehatan.
BPOM menyebut kegiatan pengawasan ini bertujuan mengantisipasi potensi peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya, terutama selama Ramadan ketika permintaan takjil meningkat signifikan.
Pengawasan dilakukan secara rutin di sejumlah titik yang menjadi sentra penjualan takjil di masing-masing wilayah kotamadya.
Pedagang diimbau untuk tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang dilarang serta memastikan produk yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
BPOM menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan selama bulan Ramadan guna memastikan masyarakat dapat mengonsumsi takjil yang aman dan layak.
Jika ditemukan pelanggaran, BPOM akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pembinaan hingga penindakan lebih lanjut.











































