Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar

Foto

Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar

Rengga Sancaya - detikNews
Senin, 12 Jan 2026 17:15 WIB

Semarang - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang membongkar lapak pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah.

Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang kaki lima ilegal di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Pemerintah Kota Semarang menertibkan 15 lapak pedagang kaki lima yang berdiri di atas saluran air tersebut untuk mengembalikan fungsi drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan kota agar lebih tertib dan rapi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang kaki lima ilegal di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang kaki lima ilegal di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Pemerintah Kota Semarang menertibkan 15 lapak pedagang kaki lima yang berdiri di atas saluran air tersebut untuk mengembalikan fungsi drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan kota agar lebih tertib dan rapi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pemerintah Kota Semarang mencatat sebanyak 15 lapak PKL ditertibkan dalam kegiatan tersebut. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang kaki lima ilegal di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Pemerintah Kota Semarang menertibkan 15 lapak pedagang kaki lima yang berdiri di atas saluran air tersebut untuk mengembalikan fungsi drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan kota agar lebih tertib dan rapi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi drainase agar aliran air tidak tersumbat, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pasar yang kerap dipadati aktivitas jual beli. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang kaki lima ilegal di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Pemerintah Kota Semarang menertibkan 15 lapak pedagang kaki lima yang berdiri di atas saluran air tersebut untuk mengembalikan fungsi drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan kota agar lebih tertib dan rapi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Proses penertiban berlangsung tertib dengan pengawasan petugas Satpol PP. Sejumlah lapak semi permanen dibongkar, sementara para pedagang diarahkan untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang kaki lima ilegal di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Pemerintah Kota Semarang menertibkan 15 lapak pedagang kaki lima yang berdiri di atas saluran air tersebut untuk mengembalikan fungsi drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan kota agar lebih tertib dan rapi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Selain penegakan aturan, penertiban ini juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan Pasar Kobong agar terlihat lebih rapi dan nyaman bagi masyarakat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Petugas Satpol PP menertibkan lapak pedagang kaki lima ilegal di kawasan Pasar Kobong, Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Pemerintah Kota Semarang menertibkan 15 lapak pedagang kaki lima yang berdiri di atas saluran air tersebut untuk mengembalikan fungsi drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan kota agar lebih tertib dan rapi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk terus menata ruang publik demi menciptakan lingkungan kota yang tertib, bersih, dan aman. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar
Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar
Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar
Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar
Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar
Lapak PKL Liar di Pasar Kobong Semarang Dibongkar


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini