Jakarta - Wacana pilkada melalui DPRD kembali menuai polemik. Survei LSI Denny JA menunjukkan mayoritas publik menolak usulan tersebut, terutama dari generasi Z.
Foto
Generasi Z Disebut Paling Keras Tolak Pilkada Melalui DPRD
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei publik terhadap pemilihan kepala daerah melaluiΒ DPRD di Kantor LSI Denny JA, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Usulan mengembalikan pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mencuat dan langsung memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.
Survei LSI Denny JA menunjukkan mayoritas masyarakat menolak wacana pilkada melalui DPRD, dengan penolakan paling kuat dari generasi Z.
Survei ini melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka pada 10β19 Oktober 2025, menggunakan metode multi-stage random sampling dengan margin of error Β±2,9 persen.
Penolakan terjadi di lintas gender, wilayah, baik desa maupun kota, agama serta mencakup pemilih calon presiden.
LSI Denny JA juga mencatat, baik responden yang puas maupun tidak puas terhadap kinerja pemerintah sama-sama tidak setuju pilkada dipilih melalui DPRD.











































