Jakarta - Jelang malam pergantian tahun, warga mulai berdatangan berburu petasan, terompet hingga kembang api di Pasar Asemka, Jakarta. Begini potretnya.
Foto
Berburu Petasan, Terompet dan Kembang Api untuk Rayakan Tahun Baru
Sejumlah warga membeli petasan terompet dan kembang api di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Rabu (31/12/2025).
Beberapa orang tua terlihat mengajak anak-anaknya memilih terompet atau mainan kembang api yang dianggap lebih aman. Aktivitas jual beli perlengkapan perayaan malam pergantian tahun itu masih berlangsung hingga siang hari, meski suasananya tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Lapak-lapak pedagang yang berjajar di sepanjang pasar tetap memajang aneka terompet warna-warni, petasan berbagai ukuran, hingga kembang api kemasan kecil yang biasa digunakan masyarakat untuk merayakan malam Tahun Baru.
Para pembeli yang datang umumnya hanya membeli dalam jumlah terbatas, sekadar untuk meramaikan suasana di lingkungan tempat tinggal atau acara kumpul keluarga.
Namun, dibandingkan dengan tahun lalu, arus pengunjung yang datang ke Pasar Asemka terpantau lebih lengang, tanpa kerumunan padat seperti yang biasa terjadi menjelang malam tahun baru. Para pedagang mengakui penjualan perlengkapan tahun baru pada akhir 2025 ini mengalami penurunan. Menurut mereka, pembelian petasan dan kembang api tahun ini relatif sepi dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Kondisi tersebut berbeda dengan tahun lalu, ketika permintaan meningkat tajam sejak beberapa hari sebelum pergantian tahun. Sejumlah pedagang menyebutkan, salah satu penyebab lesunya penjualan adalah adanya larangan pesta kembang api dalam perayaan malam Tahun Baru 2026 yang dikeluarkan oleh Gubernur Jakarta. Kebijakan tersebut membuat minat masyarakat untuk membeli kembang api berkurang, karena tidak adanya perayaan besar-besaran seperti biasanya.
Meski penjualan menurun, para pedagang tetap berharap ada peningkatan pembeli pada sore hingga malam hari.
Selain itu, sebagian warga memilih merayakan pergantian tahun secara sederhana di rumah atau di lingkungan sekitar tanpa menyalakan petasan. Faktor ekonomi juga disebut turut memengaruhi, karena masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya menjelang akhir tahun.











































