Jalur Alternatif Semarang-Demak yang Terputus Kini Makin Parah

ADVERTISEMENT

Foto

Jalur Alternatif Semarang-Demak yang Terputus Kini Makin Parah

ANTARA FOTO/Aji Styawan - detikNews
Selasa, 24 Jan 2023 18:45 WIB

Semarang - Jalur alternatif Semarang-Demak kini makin parah. Putusnya jalur penghubung ini terjadi secara bertahap dari tahun 2022 hingga tahun ini.

Foto udara seorang warga mengamati kondisi jalur penghubung alternatif Ungaran, Kabupaten Semarang - Mranggen, Kabupaten Demak yang terputus di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2022). Putusnya jalur penghubung antarkabupaten tersebut terjadi secara bertahap sejak Februari 2022, Oktober 2022, dan Januari 2023 akibat tanah gerak disertai longsor jalan sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 meter serta cakupan tanah gerak sekitar 16 hektare, sementara itu Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan jalan perkampungan sebagai jalur alternatif pengalihan lalu lintas. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Foto udara memperlihatkan kondisi jalur penghubung alternatif Ungaran, Kabupaten Semarang - Mranggen, Kabupaten Demak yang terputus di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2022).

Foto udara seorang warga mengamati kondisi jalur penghubung alternatif Ungaran, Kabupaten Semarang - Mranggen, Kabupaten Demak yang terputus di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2022). Putusnya jalur penghubung antarkabupaten tersebut terjadi secara bertahap sejak Februari 2022, Oktober 2022, dan Januari 2023 akibat tanah gerak disertai longsor jalan sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 meter serta cakupan tanah gerak sekitar 16 hektare, sementara itu Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan jalan perkampungan sebagai jalur alternatif pengalihan lalu lintas. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Putusnya jalur penghubung antarkabupaten tersebut terjadi secara bertahap sejak Februari 2022, Oktober 2022, dan Januari 2023 akibat tanah gerak disertai longsor.

Foto udara seorang warga mengamati kondisi jalur penghubung alternatif Ungaran, Kabupaten Semarang - Mranggen, Kabupaten Demak yang terputus di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2022). Putusnya jalur penghubung antarkabupaten tersebut terjadi secara bertahap sejak Februari 2022, Oktober 2022, dan Januari 2023 akibat tanah gerak disertai longsor jalan sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 meter serta cakupan tanah gerak sekitar 16 hektare, sementara itu Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan jalan perkampungan sebagai jalur alternatif pengalihan lalu lintas. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Pada pantauan detikJateng di lokasi, Kamis (17/3/2022) lalu, jalan tersebut masih dapat dilintasi kendaraan mobil, truk, dan motor secara bergantian. Kini, kondisi jalan tersebut semakin parah, sehingga tak dapat lagi dilintasi oleh kendaraan

Foto udara seorang warga mengamati kondisi jalur penghubung alternatif Ungaran, Kabupaten Semarang - Mranggen, Kabupaten Demak yang terputus di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2022). Putusnya jalur penghubung antarkabupaten tersebut terjadi secara bertahap sejak Februari 2022, Oktober 2022, dan Januari 2023 akibat tanah gerak disertai longsor jalan sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 meter serta cakupan tanah gerak sekitar 16 hektare, sementara itu Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan jalan perkampungan sebagai jalur alternatif pengalihan lalu lintas. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Panjang longsor tersebut sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 meter serta cakupan tanah gerak sekitar 16 hektare.

Foto udara seorang warga mengamati kondisi jalur penghubung alternatif Ungaran, Kabupaten Semarang - Mranggen, Kabupaten Demak yang terputus di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/1/2022). Putusnya jalur penghubung antarkabupaten tersebut terjadi secara bertahap sejak Februari 2022, Oktober 2022, dan Januari 2023 akibat tanah gerak disertai longsor jalan sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 meter serta cakupan tanah gerak sekitar 16 hektare, sementara itu Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan jalan perkampungan sebagai jalur alternatif pengalihan lalu lintas. ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.

Sementara itu Pemkab Semarang mengalokasikan anggaran Rp3 miliar untuk perbaikan jalan perkampungan sebagai jalur alternatif pengalihan lalu lintas.

Jalur Alternatif Semarang-Demak yang Terputus Kini Makin Parah
Jalur Alternatif Semarang-Demak yang Terputus Kini Makin Parah
Jalur Alternatif Semarang-Demak yang Terputus Kini Makin Parah
Jalur Alternatif Semarang-Demak yang Terputus Kini Makin Parah
Jalur Alternatif Semarang-Demak yang Terputus Kini Makin Parah


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT