10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali

ADVERTISEMENT

Foto

10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali

Dok. Detikcom - detikNews
Rabu, 07 Sep 2022 11:39 WIB

Jakarta - Sejumlah narapidana koruptor secara bersamaan bebas dalam sehari Selasa (6/9). Mereka mendapat pembebasan bersyarat usai memperoleh remisi. Siapa saja mereka?

Transformasi Pinangki

Koruptor pertama yang bebas adalah Eks Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Pinangki awalnya divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Vonis tersebut kemudian disunat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 4 tahun penjara. Namun baru 1 tahun 1 bulan dibui, Pinangki sudah resmi bebas bersyarat. (Dok. detikcom)

Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menghadiri langsung sidang peninjauan kembali (PK) terkait kasus suap ke eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2021). Dalam sidang hari ini, Ratu Atut menyerahkan sejumlah bukti dan menghadirkan saksi ahli hukum pidana.

Menyusul Pinangki, Eks Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah juga menghirup udara bebas. Koruptor yang merugikan negara hingga Rp 79 miliar ini seharusnya baru bebas pada 8 Juli 2025 namun ia dinyatakan bebas bersyarat pada Selasa (6/9/2022). (Ari Saputra/detikcom)

Terdakwa kasus dugaan suap impor bawang putih Elviyanto dan Mirawati Basri (berjilbab) menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (31/12/2019).

Kemudian ada Koruptor Mirawati Basri yang merupakan rekan Mantan Anggota DPR PDIP I Nyoman Dharmantra divonis dengan 5 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia terbukti menerima suap terkait impor bawang putih. Hari ini ia bebas. (Ari Saputra/detikcom)

Pinangki Sirna Malasari (baju hitam)-(dok. Istimewa)

Mantan Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Aryani (kerudung cream) awalnya divonis empat tahun pidana penjara terkait kasus kontraktor fiktif Waskita Karya. Terkait kasus ini, keuangan negara ditaksir dirugikan hingga Rp 186 miliar. Kini Desi Aryani bebas. (Dok. Detikcom)

Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar kembali hadir dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) yang ia ajukan di Pengadila Tipikor, Jakarta.

Patrialis Akbar juga mendapat kado bebas bersyarat. Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) ini terjerat kasus suap impor daging. Dia divonis 8 tahun pada tahun 2017, setelah dipotong hukumannya menjadi 7 tahun penjara. (Ari Saputra/detikcom)

Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali mengajukan setumpuk berkas barang bukti baru (novum) dalam sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Kemudian ada Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali, yang divonis 6 tahun penjara pada Januari 2016. Dia terbukti melakukan korupsi pelaksanaan ibadah haji tahun 2010 sampai 2013 mulai dari penentuan petugas haji, pengangkatan petugas pendamping amirul hajj, pemondokan, memanfaatkan sisa kuota haji. Suryadharma juga diyakini Jaksa KPK menyelewengkan dana operasional menteri Rp 1,8 miliar. (Ari Saputra/detikcom)

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola divonis 6 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Zumi terbukti bersalah menerima gratifikasi serta memberi suap.

Koruptor lainnya adalah mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. Zumi divonis 6 tahun penjara pada Desember 2018 karena terbukti menerima gratifikasi puluhan miliar semasa menjabat Gubernur Jambi. Baru 4 tahun dibui Zumi, dapat kado bebas bersyarat. (Lamhot Aritonang/detikcom)

Bupati Subang Ojang Sohandi kembali diperiksa KPK, Jumat (15/7). Dia diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Eks Bupati Subang Ojang Sohandi juga ikut bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin. Ojang divonis 8 tahun penjara karena terbukti menerima suap dan pencucian uang dalam perkara tindak pidana korupsi BPJS Subang 2014. (Dok. detikcom)

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar kembali menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/3/2019). Irvan Rivano diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 dengan tersangka Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin.

Koruptor Bupati Cianjur nonaktif Irvan Rivano Muchtar divonis 5 tahun bui pada tahun 2020 berkaitan kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan. Namun majelis hakim tak mencabut hak politik Irvan. Pengacara menyebut keberhasilan Irvan membangun Cianjur jadi pertimbangan hakim. (Ari Saputra/detikcom)

Kepala Bidang Jalan pada Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono meninggalkan Gedung KPK seusai menjaIani pemeriksaan lanjutan, Jumat (17/1/2020). Wempy Triyono diperiksa sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap pengaturan proyek ke Bupati nonaktif Indramayu, Supendi.

Terakhir adalah Eks Bupati Indramayu Supendi. Ia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan divonis 4,5 tahun penjara pada tahun 2020. Koruptor ini terbukti menerima suap dari pengusaha untuk proyek pembangunan. Setidaknya ada 23 Koruptor yang diberikan remisi oleh KemenkumHAM dan bebas bersyarat kemarin. (Ari Saputra/detikcom)

10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali
10 Tokoh Koruptor yang Bebas Bersyarat, Pinangki-Suryadharma Ali

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT