ADVERTISEMENT

Foto

Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras

Rengga Sancaya - detikNews
Minggu, 26 Jun 2022 07:04 WIB

Jakarta - Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang sejak 1988. Perjuangannya semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Nenek yang genap berusia 70 tahun ini tetap semangat bekerja meski telah renta di usia senja. Semangat mencari nafkah itu guna membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari dan membayar uang kontrakan.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Ia memulai kerja mengumpulkan sisa-sisa beras di Pasar Induk Beras Cipinang itu sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Di tengah terik matahari yang menyengat, dengan gigih Nenek Nurhayati menyapu beras-beras yang sudah bercampur dengan debu.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Nenek Nurhayati yang telah memiliki 7 cucu ini, menggantungkan hidupnya dari butir-butir beras para juragan yang jatuh ke tanah.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Belum lama beristirahat dan menyeka keringat, ia harus kembali bekerja ketika truk-truk besar pengangkut beras dari berbagai daerah di Jawa kembali datang.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Di tengah persaingan para pengumpul beras yang ketat, kondisi Nenek Nurhayati yang makin melemah akibat usia, membuatnya kini hanya bisa mengumpulkan beras secukupnya.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Ia mengaku sudah tiga puluh empat tahun mencari uang dengan memunguti beras yang tercecer di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Ia juga kini mengontrak di pemukiman padat di kawasan Cipinang Utara, Jakarta Timur yang tidak jauh dari Pasar Induk Beras.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Beginilah kondisi nenek Nur usai pulang kerja mengumpulkan ceceran beras di pasar. Ia masih harus kembali beraktifitas di kontrakannya.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Sebelum Pandemi Covid-19, Ia bisa mendapat sisa-sisa beras 10-13 liter dalam sehari. Kini akibat sepi, ia hanya bisa mendapat 2-4 liter beras saja. Beras yang terkumpul  nantinya akan Ia jual kembali. Seginilah uang yang ia dapat.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Usia Nurhayati kini genap 70 tahun harus bertahan hidup di tengah kerasnya Ibu Kota. Ia yang kini hidup sendirian harus terus bertahan setelah ditinggal suaminya meninggal dunia pada tahun 2010 lantaran sakit.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Sapu lidi dan lempengan besi sudah siap di tangannya. Beras yang kotor itu lalu ia bersihkan, dipisahkan dari kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik. Biasanya, setelah beras terkumpul, ada orang yang datang ke pasar itu untuk membeli beras yang dikumpulkannya itu.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Dari sisa-sisa beras yang terbuang itulah Nurhayati mendapatkan energi untuk bisa melanjutkan hidup.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.
Tak tersirat sedikitpun diwajahnya rasa lelah, meski di usia senja ia masih harus terus bekerja. 
Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Sesampaianya di kontrakan, ia tak lantas istirahat. Kadang sambil membersihkan kumpulan beras-beras itu ia manfaatkan juga untuk sambil beristirahat.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Beginilah sepenggal kisah nenek Nur yang di usia senja masih harus terus bergelut dengan waktu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nurhayati adalah salah satu dari puluhan pengumpul ceceran beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Sejak 1988, Perjuangan nenek yang genap berusia 70 tahun ini semata-mata hanya untuk bertahan hidup.

Penghasilan Nurhayati sebagai pengumpul beras memang tak menentu. Yang terpenting baginya, ia bisa menabung sedikit untuk membayar biaya rumah kontrakan. Sisa uangnya, ia gunakan untuk membeli kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras
Asa Nenek Nur Si Pemungut Ceceran Beras


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT