ADVERTISEMENT

Foto

Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR

Rifkianto Nugroho - detikNews
Rabu, 15 Jun 2022 17:35 WIB

Jakarta - Massa Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan. Apa saja?

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Massa dari Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Mereka membawa beberapa tuntutan, mulai menolak revisi Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU PPP) hingga menyoroti pelaksanaan kampanye 75 hari.

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal juga meminta pendukungnya untuk tidak memilih parpol dan politisi pendukung Omnibus Law.

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal juga mengancam akan menyebarluaskan nama-nama anggota DPR yang getol mendukung Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Sejumlah organisasi buruh dengan tegas menolak UU Cipta Kerja dan menolak undang-undang itu dibahas kembali. Menurut Iqbal, UU Cipta Kerja cacat secara formil karena proses penyusunan UU Cipta Kerja tidak pernah melibatkan partisipasi publik.

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Alasan berikutnya, kata Iqbal, buruh belum menerima materi revisi UU Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan. Selain itu isi UU Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan, merugikan buruh, seperti outsourcing seumur hidup, upah murah, PHK mudah, hingga pesangon yang rendah.

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal mengatakan pihaknya membawa lima tuntutan dalam aksi demonstrasi hari ini diantaranya menolak revisi UU PPP, menolak omnibus law UU Cipta Kerja, Menolak masa kampanye pemilu hanya 75 hari, tapi harus 9 bulan sesuai Undang-Undang, Sahkan RUU PPRT dan Tolak liberalisasi pertanian melalui WTO.

Massa buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan serikat buruh menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR RI. Mereka mengusung 5 tuntutan.

Situasi lalu lintas di lokasi dipenuhi massa, para pengendara yang ingin melintas di depan Gedung DPR dialihkan ke jalur TransJakarta.

Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR
Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR
Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR
Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR
Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR
Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR
Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR
Foto-foto Ini Rekam Massa Buruh yang Kembali Demo DPR


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT