Foto

Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98

Agung Pambudhy - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 18:31 WIB

Jakarta - Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Sejumlah aktivis perempuan melalukan tabur bunga di Makam Korban Tragedi 98 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Selasa (24/5/2022).

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Perkosaan massal yang terjadi pada Mei 1998 adalah sebuah tragedi yang menjadi catatan kelam dalam penanganan kasus perkosaan di Indonesia.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Pada kerusuhan yang terjadi 24 tahun silam, terjadi perkosaan massal di beberapa titik wilayah yang korbannya sebagian besar adalah para perempuan etnis Tionghoa.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Hasil investigasi TGPF menemukan bahwa perkosaan yang terjadi pada Mei 1998 adalah bentuk teror yang dilakukan secara luas, masif, dan sistematis.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Berbeda dengan data relawan, TGPF menemukan bahwa korban perkosaan massal sebanyak 52 kasus (Tim Relawan untuk Kemanusiaan, 1998.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Laporan hasil investigasi TGPF ini kemudian diserahkan ke Jaksa Agung oleh Komnas HAM untuk kemudian dilakukan penyidikan.

Aktivis Perempuan Mahardikha menggagas acara napak tilas 24 tahun perkosaan Mei 98 merawat ingatan menuntut keadilan.

Namun, sampai 24 tahun berselang, kasus perkosaan massal ini tidak juga dituntaskan karena berkasnya dinilai tidak lengkap.

Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98
Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98
Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98
Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98
Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98
Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98
Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98
Aktivis Perempuan Gelar Napak Tilas Pemerkosaan Mei 98