Foto

Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina

Edgar Su/Reuters - detikNews
Selasa, 24 Mei 2022 19:22 WIB

Kyiv - Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski berstatus perang. Mereka berjubelan untuk membeli prangko peringatan Pulau Ular, simbol perlawanan terhadap Rusia.

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Begini ramainya halaman kantor pos di kawasan Kyiv, Ukraina, Senin (23/5/2022) waktu setempat. Warga berdatangan untuk membeli prangko khusus yang berkaitan dengan perang antara Rusia dan Ukraina.

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Mengutip Reuters, warga berdatangan ke kantor pos untuk membeli serangkaian prangko peringatan Pulau Ular, sebuah pulau di Laut Hitam yang menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi Rusia.

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Antrean panjang warga yang hendak membeli prangko itu terlihat di depan kantor pos Kyiv, ibu kota Ukraina.

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Untuk diketahui, sejak awal invasi Rusia ke Ukraina, Pulau Ular mendapat status vital dalam perang tersebut. Meski berukuran tak sampai satu kilometer persegi, Pulau Ular atau Zmiinyi, dianggap penting untuk mengendalikan Laut Hitam bagian barat. 

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Analis militer-politik Rusia, Alexander Mikhailov mengatakan pasukan di Pulau Ular bisa berada dalam posisi untuk mengendalikan lalu lintas di barat laut Laut Hitam dan delta Sungai Danube - pintu gerbang Eropa tenggara. Tak heran, baik Rusia maupun Ukraina sama sama berupaya menguasai wilayah itu.  

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Secara historis, Pulau Ular adalah wilayah Rumania sampai diserahkan pada tahun 1948 ke Uni Soviet, yang menggunakannya sebagai pangkalan radar. Ketika Rumania berada di bawah pengaruh Soviet sampai 1989, Bukares menerima pengaturan tersebut. Setelah komunisme jatuh, Ukraina mengambil alih dan akhirnya pada tahun 2009 Mahkamah Internasional menyusun batas teritorial pulau tersebut, memberi Rumania hampir 80% landas kontinen Laut Hitam di dekat pulau itu, dan Ukraina sisanya.

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Pulau Ular tidak hanya berguna secara strategis, karena bagian dari Laut Hitam ini kaya akan sumber daya hidrokarbon - sehingga keputusan Den Haag berarti kedua negara itu memiliki cadangan minyak bumi dan gas.  

Warga berdatangan ke kantor pos di Kyiv meski perang tengah berkecamuk di Ukraina. Mereka datang untuk membeli perangko peringatan Pulau Ular anti-Rusia.

Sementara itu, perjuangan dan keberanian prajurit Ukraina dalam mempertahankan Pulau Ular di tengah perang melawan Rusia kemudian diperingati dalam bentuk gambar perangko.

Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina
Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina
Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina
Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina
Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina
Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina
Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina
Gegara Prangko Ini, Warga Antre Panjang di Kantor Pos Kyiv, Ukraina