Teheran - Aksi unjuk rasa digelar di Kedutaan Besar Swedia di Teheran, Iran. Aksi itu digelar sebagai protes atas aksi politikus di Swedia membakar salinan Al-Qur'an.
Foto
Politikus Bakar Al-Qur'an, Kedubes Swedia di Iran Digeruduk Pendemo

Seorang pengunjuk rasa memegang salinan Al-Qur'an saat ikut serta dalam demonstrasi yang digelar di depan Kedutaan Besar Swedia di Teheran, Iran, Senin (18/4/2022).
Aksi unjuk rasa tersebut digelar sebagai bentuk protes dan kecaman atas aksi pemimpin partai sayap kanan garis keras di Denmark, Starm Kurs, Rasmus Paludan, membakar salinan Al-Qur'an. Β
Diketahui, peristiwa pembakaran Al-Qur'an terjadi pada Kamis (14/4) waktu setempat. Rasmus Paludan, didampingi polisi, pergi ke ruang publik terbuka di Linkoping selatan dan meletakkan kitab suci dan membakarnya. Aksi pembakaran itu sempat diwarnai dengan protes. Akan tetapi, Rasmus Paludan mengabaikan protes itu. Β
Aksi Rasmus Paludan ini menyebabkan demonstrasi di sekitar lokasi. Kritik dan kecaman atas aksi Paludan juga timbul dari berbagai pihak, tak kecuali dari politikus lain di Swedia. Mikail Yuksel, politikus kelahiran Turki, yang mendirikan Partai Warna Berbeda di Swedia, mengatakan provokasi Islamofobia dari politisi anti-Islam rasis di bawah perlindungan polisi terus berlanjut di kota-kota di seluruh Swedia.
Aksi unjuk rasa memprotes dan mengecam aksi Paludan membakar salinan Al-Qur'an pun salah satunya digelar di Iran. Warga menggelar aksi protes di depan Kedutaan Besar Swedia pada Senin (18/4/2022) waktu setempat.