ADVERTISEMENT

Foto

Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit

Agung Pambudhy - detikNews
Sabtu, 16 Apr 2022 09:41 WIB

Depok - Generasi penerus pelestari budaya kesenian wayang adalah anak-anak. Tak disangka, mereka menggemari dan tertarik belajar wayang kulit sejak dini. Ini potretnya.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat ini telah berdiri sejak 1987. Pemiliknya adalah seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Sejak pagi kelima anak-anak yang berusia 6-10 tahun itu tampak antusias serius belajar mendalang wayang kulit meski dalam kondisi dengan berpuasa. Mereka diajarkan langsung oleh sang pemilik di kawasan Cinere, Depok, Jawa Barat. Kelima anak-anak itu adalah Ferdi Febriansyah (9), Lutfi (10), Adhyasta Bagus Niswara (6), Gani (7) dan Al Fatih Giri Pramudya (6).

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Budi pekerti luhur lah yang ditanamkan dan dibina sedari dini. Wayang juga sering diartikan wajib sembahyang, jadi nilai-nilainya sangat baik untuk ditanamkan kepada generasi muda. Awal mula didirikannya sanggar ini tentunya belum ramai pengunjung seperti sekarang. Sejak ditetapkan oleh UNESCO menjadi warisan budaya dunia, kemudian Hari Wayang Nasional diperingati setiap 7 November, mulai banyak peminatnya.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Pria kelahiran Purworejo mengatakan bahwa mendirikan Sanggar Nirmala Sari itu bertujuan untuk pelestarian dan pengembangan seni tradisional khususnya seni wayang dan karawitan. Hal itu pula yang dilakoni untuk melayani masyarakat yang ingin belajar kesenian tersebut.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Berbagai macam lakon diajarkan, seperti Dewa Amral, Sesaji Raja Suya, Antareja Gugat, Lahirnya Wisanggeni, serta Lahirnya Antareja. Semua ini telah dicatat oleh Ki Asman selama bertahun-tahun.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Disanggar ini, siapapun dapat berlajar mendalang mulai usai 5 tahun hingga 18 tahun. Hingga kini ada sebanyak 20 orang siswa yang belajar di Sanggar Nirmalasari dari berbagai wilayah di sekitar Jabodetabek.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Sanggar ini menggelar latihan bagi para siswa setiap hari minggu, dengan dibagi menjadi tiga sesi pertemuan selama 3 jam yang dikelompokkan berdasarkan usia dan masing-masing sesi diisi maksimal lima siswa. Pada hari Senin hingga Jumat dikhususkan untuk siswa privat.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Biasanya Ki Asman dibantu asisten namun selama bulan Ramadan ini ia mengajar langsung sendiri seluruh siswanya. Meski dalam kondisi puasa Ki Asman dan para siswa tetap semangat berlatih. Penguasaan karakter wayang menjadi dasar bagi anak-anak yang berlatih mendalang wayang kulit. Sanggar ini tentu menjadi wadah bagi anak-anak yang antusias belajar seni wayang untuk menjadi dalang cilik.

Salah satu pelestari budaya kesenian wayang adalah generasi muda penerus bangsa. Tak disangka, beberapa anak kecil ini menggemari dan tertarik untuk belajar wayang kulit di Sanggar Nirmala Sari, Depok, Jawa Barat.

Sanggar yang telah berdiri sejak sejak 1987 ini adalah milik seniman pelestari kebudayaan, Ki Asman Budi Prayitno (78 tahun). Dalam sehari-harinya, ia biasa mengajarkan anak-anak usia belia mengenal wayang sebagai pelestari budaya wayang kulit.

Satu per satu siswa mendapatkan kesempatan menjadi dalang dan mementaskan berbagai jenis lakon wayang. Mereka pun bebas berekspresi dalam memainkan peran wayang tersebut. Ki Asman juga mengaku bersyukur bahwa dunia pewayangan banyak diminati generasi muda. Ini juga yang membuat dirinya optimistis dan terus semangat menekuni dan menularkan dunia pewayangan kepada generasi muda agar tetap dan terus bertahan ditengah modernisasi yang serba digital. 

Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit
Aksi Bocil Pecinta Wayang Kulit


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT