Foto

Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama

Rifkianto Nugroho - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 08:19 WIB

Bekasi - Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia. Seperti inilah potretnya.

Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Pesantren Nuu Waar ini berlokasi di Setu, Kabupaten Bekasi. Ada ratusan santri dan santriwati yang mengenyam pendidikan agama untuk bekal kelak kembali ke kampung halamannya. Ratusan santri ini mayoritas datang dari timur Indonesia mulai dari Fak-fak, Sorong, Maluku, Raja Ampat, Bintuni, Makassar, Ambon, Lombok dan lain sebagainya.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Fahmi (17) mengaku sudah menjadi santri selama tiga tahun, kedatangannya murni dari niat pribadinya untuk lebih dekat dengan Islam. Santri yang berasal dari Papua ini mengikuti jejak kakaknya yang lebih dulu menjadi santri disini. Kedatangannya ke pondok pesantren ini bersama puluhan santri lain dengan menggunakan kapal dengan perjalanan selama satu minggu.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Lantunan ayat suci alquran bersahutan dari santri-santri yang tengah mengkhatamkan alquran, dalam seharinya mereka mampu menghabiskan minimal 15 juz untuk mencapai target 5000 khataman alquran pada Ramadan tahun ini.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Selepas shalat fardhu para santri langsung membuat lingkaran dan memulai membaca alquran.
 
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Di sini santri terus digembleng untuk selalu mencintai, membaca, menghafalkan, mengamalkan dan hidup bersama alquran. Kelak para santri akan membawa peradaban baru di kampung halamannya.

Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Pada bulan Ramadan kegiatan santri berfokus di masjid yang masih dibangun. Sejak pagi, sore hingga usai salat tarawih mereka terus mengkhatamkan alquran.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Para santriwati juga turut membuat lingkaran dan membaca ayat-ayat suci alquran seusai shalat.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Hanya pada pukul 14.30 hingga ashar mereka akan kembali ke asrama untuk mandi dan bersiap dan melanjutkan kembali kegiatan di masjid. Suasana kamar santri di Pondok Pesantren Nuu Waar, dalam satu ruangan dapat menampung puluhan santri.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Meski mayoritas berasal dari Timur Indonesia, pesantren ini juga turut menerima santri dari berbagai daerah lain, mereka turut menimba ilmu yang sama. Layaknya pesantren pada umumnya para santri di sini juga turut mengantre saat ingin mandi.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Salah satu santri menunjukkan aksinya, di dalam asrama inilah mereka saling mengenal karakter satu dengan yang lainnya yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Mereka menghabiskan waktu bersama rekan sejawatnya di dalam lingkungan pondok pesantren nuu waar ini. Beginilah salah satu kegiatan mereka yang terekam kamera.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Nuu waar memiliki arti negeri yang menyimpan cahaya rahasia. Dahulu kata Nuu Waar digunakan masyarakat Papua untuk menyebut pulau terbesar di ujung timur Indonesia, sebelum penyematan nama Irian atau Papua.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Secara historis jejak penyebaran Islam di bumi cendrawasih dimulai pada abad ke-12 oleh Kerajaan Samudra Pasai, jauh sebelum bangsa Portugis dan Belanda menjejakkan kakinya di Indonesia.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Melanjutkan jejak syiar pendahulunya, ustaz Fadlan mendirikan pesantren ini agar generasi penerus dari Indonesia timur yang dibinanya mempunyai ilmu, iman, dan Al Quran dalam jiwanya sebagai bekal untuk membangun kampung halaman mereka di kemudian hari.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren Nuu Waar juga mendidik santri memahami wawasan kebangsaan. Kedisiplinan juga diajarkan disini sebagai bekal kehidupan nantinya, mereka sangat teratur dan tepat waktu dalam melakukan setiap kegiatan di pesantren.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Di lahan seluas 30 hektar pesantren ini telah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, santri dan santriwati juga berbuka puasa di tempat yang telah disediakan.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Lahan yang luas juga memerlukan dana yang tidak sedikit untuk pembangunannya, meski begitu Ustadz Fadzlan tetap optimis pembangunan akan rampung karena banyaknya donatur dari saudara umat muslim di Indonesia.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Jauh sebelum memiliki lahan sendiri, Ustadz Fadzlan Garamatan menggunakan rumah singgah di Pondok Hijau, Rawa Lumbu Bekasi dengan menyewa 20 rumah yang diisi oleh 10 akhwat dan 10 ikhwan. Dengan keterbatasan tersebut justru santri terus bertambah, dan berdatangan untuk menimba ilmu bersama ustadz Fadzlan hingga akhirnya para alumni yang pulang ke kampung halaman mampu berdakwah di daerah masing-masing.
Pondok Pesantren Papua yang berada di Setu, Kabupaten Bekasi bertekad kuat mencetak Benih Cahaya Islam bagi warga di Timur Indonesia.
Para alumni yang pulang ke kampung halamannya mampu mengamalkan ajaran islam yang telah didapatnya sehingga warga di daerahnya mengikhlaskan anak-anaknya untuk menjadi santri di Pondok Pesantren Nuu Waar. Saking banyaknya santri dan bibit–bibit dai asal timur Indonesia ini terus menimba guna kelak menyinari kampung halaman dengan syiar islam.
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama
Potret Kehidupan Santri Papua Mengejar Ilmu Agama