Foto

Emosi Warga di Kabul Usai AS Sita Aset Rp 100 T Afghanistan

AP Photo/Hussein Malla - detikNews
Minggu, 13 Feb 2022 18:43 WIB

Kabul - Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk sita aset Rp 100 triliun milik pemerintah Afghanistan picu amarah warga Afghanistan. Mereka pun gelar aksi protes di Kabul

Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk sita aset Rp 100 triliun milik pemerintah Afghanistan picu amarah warga Afghanistan. Mereka pun gelar aksi protes di Kabul
Sejumlah warga menggelar aksi protes di kawasan Kabul, Afghanistan, usai Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyita aset senilai Rp 100 triliun milik pemerintahan Afghanistan sebelumnya, Sabtu (12/2/2022) waktu setempat.
Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk sita aset Rp 100 triliun milik pemerintah Afghanistan picu amarah warga Afghanistan. Mereka pun gelar aksi protes di Kabul
Dilansir dari AFP dan Associated Press, Sabtu (12/2/2022), Biden mencairkan aset senilai USD 7 miliar atau setara Rp 100 triliun milik pemerintahan Afghanistan sebelumnya yang dibekukan sejak Taliban berkuasa kembali. Usai dicairkan, separuh aset itu disita untuk bantuan kemanusiaan bagi warga Afghanistan. Dana tersebut bakal disalurkan tanpa melalui Taliban.
Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk sita aset Rp 100 triliun milik pemerintah Afghanistan picu amarah warga Afghanistan. Mereka pun gelar aksi protes di Kabul
Sementara, separuhnya lagi disita untuk mendanai pembayaran pemerintah AS dalam gugatan hukum yang diajukan keluarga-keluarga korban serangan 9 September 2001 yang masih berlangsung di pengadilan-pengadilan AS. Kebijakan Biden itu ditandai dengan perintah eksekutif untuk memblokir dan menyita aset Afghanistan yang diteken pada Jumat (11/2) waktu setempat.
Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk sita aset Rp 100 triliun milik pemerintah Afghanistan picu amarah warga Afghanistan. Mereka pun gelar aksi protes di Kabul
Diketahui, aset ang dicairkan itu tidak langsung dikucurkan. Aset senilai USD 3,5 miliar (Rp 50 triliun) akan disalurkan untuk sebuah trust atau badan bantuan kemanusiaan 'untuk kepentingan rakyat Afghanistan dan untuk masa depan Afghanistan'. Separuhnya lagi akan tetap berada di AS. Dana itu ditujukan untuk membiayai pembayaran gugatan hukum oleh keluarga korban serangan 9/11. Diketahui, banyak keluarga korban tewas atau korban luka dari serangan 9/11 yang terjadi 20 tahun lalu masih berjuang mendapatkan kompensasi dari Al-Qaeda dan pihak-pihak lainnya yang bertanggung jawab.
Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk sita aset Rp 100 triliun milik pemerintah Afghanistan picu amarah warga Afghanistan. Mereka pun gelar aksi protes di Kabul
Dalam beberapa gugatan hukum di AS, sekelompok korban memenangkan penilaian default terhadap Al-Qaeda dan Taliban yang saat itu melindungi kelompok teroris tersebut. Namun, mereka gagal mendapatkan ganti rugi apapun. Sekarang, mereka akan memiliki kesempatan untuk menggugat akses terhadap aset Afghanistan. Sementara itu, dana yang disalurkan untuk bantuan kemanusiaan Afghanistan, sebut seorang pejabat senior AS yang enggan disebut namanya, akan dikelola dengan cara-cara yang tidak perlu melibatkan pemerintah Taliban.
Emosi Warga di Kabul Usai AS Sita Aset Rp 100 T Afghanistan
Emosi Warga di Kabul Usai AS Sita Aset Rp 100 T Afghanistan
Emosi Warga di Kabul Usai AS Sita Aset Rp 100 T Afghanistan
Emosi Warga di Kabul Usai AS Sita Aset Rp 100 T Afghanistan
Emosi Warga di Kabul Usai AS Sita Aset Rp 100 T Afghanistan