Dilema Transpuan di Simpang Jalan

ADVERTISEMENT

Foto

Dilema Transpuan di Simpang Jalan

Rifkianto Nugroho - detikNews
Minggu, 13 Feb 2022 06:54 WIB

Jakarta - Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi para Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Kegiatan seperti ngamen dan pekerja seks sudah mengakar pada pandangan masyarakat, itu semua terjadi karena kebanyakan masyarakat belum menerima keberadaan mereka. Pendidikan yang rendah hingga mengikuti hawa nafsu membuat sebagian dari mereka seakan terjebak pada kenikmatan semu.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Dua kegiatan itu merupakan ladang pendapatan bagi mereka yang masih muda, Seperti Dea dan Citra keduanya merupakan kakak beradik kandung asal Subang Jawa Barat. Pergi ke Jakarta menjadi pilihan tepat untuk meluapkan ekspresi mereka. Di kamar petak yang sulit sinyal keduanya nampak kompak untuk tampil menjadi yang tercantik.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Meski begitu keduanya tidak “mejeng” di satu lokasi yang sama, Citra lebih memilih untuk diam di kos kosan menunggu tamu datang. Sedang adiknya Dea harus berjalan sepanjang 800 meter ke lokasi pangkalan. Lokasi bernama jembatan satu ini sudah menjadi pangkalan sejak dulu, hilir mudik pemotor merupakan potensi pendapatan bagi Dea.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Sabar menanti tamu, Citra terus menggoda para pengendara yang meliriknya, biasanya dia mangkal mulai dari jam 9 malam hingga beduk subuh yang mengantarnya pulang. Di Jakarta Utara ada beberapa lokasi pangkalan, namun hanya Jembatan Satu dan Pos 8 yang menjadi titik paling banyak pengunjungnya.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Namun pandemi yang kembali tinggi membuatnya khawatir akan kehilangan tamu seperti saat awal COVID-19 merebak di tanah air. Biasanya mereka memanfaatkan situasi seperti ini untuk bersembunyi dan bermain menggunakan aplikasi di smartphone dan membuka layanan hotel.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Salah satu Miss Transpuan, Adhe Jengker tak pernah setengah hati tuk merubah penampilannya, Kocek ratusan juta pun telah ia keluarkan untuk merubah penampilannya menjadi sosok yang baru. Tak tanggung-tanggung, ia juga sampai pergi ke Thailand untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ia idamkan. Sementara untuk perawatan wajahnya ia lakukan di Le Beaute Aesthetic, Jakarta.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Adhe menjalani perawatan facelift by threadlift untuk mendapatkan wajah yang lifting, shaping dan tightening. Adhe Jengker juga mampu membiayai bentuk tubuhnya berkat usaha yang dirintisnya, mulai dari MUA, sale food hingga endorsement. Dalam satu bisnisnya saja ia mampu mengantongi hingga belasan juta dalam sehari.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Memiliki keinginan untuk menjadi transpuan sudah ada sejak kecil. Adhe juga mengaku tak pernah mengalami perundungan, sebab menjadi orang yang berbeda bukanlah kesalahan hanya saja tergantung bagaimana cara pembawaannya. Penampilan yang selalu maksimal sering membuat wanita yang berada di dekatnya menjadi tidak percaya diri, beberapa justru merasa kalah cantik. Adhe berharap ia mampu menjaga diri dan penampilannya hingga tua nanti.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Menjadi transpuan memang lekat dengan seks bebas namun tak sedikit juga dari mereka yang bisa berkreasi lebih baik lagi. Bermodalkan kepercayaan diri yang tinggi ia dapat berprestasi dengan mengikuti ajang-ajang seperti Misscool dan yang terbaru yakni ada ajang Pesona Transpuan Indonesia 2022 yang digelar di Jakarta.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Jika para wanita memiliki Miss Indonesia hingga Putri Indonesia para transpuan pun memiliki ajang bergengsi serupa, ajang bernama Pesona Putri Transpuan ini telah rutin digelar sejak tahun 2000. Meski sudah berjalan 22 tahun tapi hingga kini ajang tersebut masih harus bersifat tertutup guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan Padahal acara itu bentuk apresiasi bagi para transpuan yang ingin mengekspresikan dirinya dan ajang untuk menunjukkan prestasi.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Acara yang digelar di Jakarta pada Minggu (6/2/2021) diikuti oleh 21 kontestan yang berasal dari Aceh hingga Papua. Bukan sekedar cantik para transpuan ini juga perlu pintar sebab juri juga menilai pengetahuannya seputar HIV, AIDS, pengetahuan umum hingga isu-isu transpuan. Tahun ini Juara utama diraih oleh Adhe Jengker dari Kalimantan Timur, transpuan berusia 32 tahun itu mendapatkan hadiah senilai 10 juta rupiah, tropi dan berbagai voucher.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Enerjik dan centil menjadi kepribadian khas ala Cinta (31), transpuan blasteran Solo dan Kebumen ini memilih untuk ngamen ketimbang mangkal. Meski lebih beresiko dicaci bahkan dikejar-kejar petugas namun ia lebih enjoy berekspresi sebagai pengamen. Seperti inilah aksinya.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Menjadi pengamen juga harus memiliki strategi mulai dari kemana arah tujuan hingga ongkos yang pas, sebab penghasilannya kurang menentu Cinta mengaku biasa mendapatkan penghasilan mulai dari 150 hingga 300 ribu rupiah.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Penghasilan juga tergantung dengan seberapa banyak rekannya yang ikut, sebab jika jalan bersama membuatnya harus membagi rata penghasilan bersama. Meski jalan bersama-sama lebih aman ketimbang sendiri.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Penghasilan juga tergantung dengan seberapa banyak rekannya yang ikut, sebab jika jalan bersama membuatnya harus membagi rata penghasilan bersama. Meski jalan bersama-sama lebih aman ketimbang sendiri.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Transpuan separuh abad bernama Donna Agnesia ini menjadi ibu bagi 240 transpuan di Jakarta Utara. Ia kerap menyambangi “anak-anaknya” untuk mengajak transpuan muda selalu taat mengecek kesehatannya.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Inilah Potret Dona (52) di kontrakannya kawasan Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (8/2/2022). Selain menjadi Ketua Transpuan Jakarta Utara kini ia juga bekerja di LSM Yayasan Pesona Jakarta dengan fokus pada isu kesehatan, HIV dan AIDS sekaligus memiliki usaha salon.

Stigma negatif masih jadi momok dan perang yang dihadapi oleh Transpuan di Indonesia demi dapatkan pengakuan. Beginilah jalan panjang yang harus mereka tempuh.

Siapa sangka dibalik image tersebut mereka juga memiliki bakat dan prestasi seperti layaknya orang biasa. Tak tercatat dengan rinci berapa total transpuan di Indonesia yang masih harus berjuang mengekspresikan dirinya. Inilah kiprah mereka.

Menjadi transpuan yang memiliki karir di masa tua perlu dicontoh bagi para transpuan muda, memang pada masanya Dona juga pernah bergelut dengan dunia malam namun ia tak terjebak. Jalan berliku membuatnya lebih dewasa dan mempersiapkan masa senja dan terus merawat para transpuan muda di Jakarta Utara.

Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan
Dilema Transpuan di Simpang Jalan


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT