Foto

Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 12:00 WIB

Jakarta - Sampah menjadi salah satu permasalahan besar yang dihadapi Pulau Sabira. Namun warga di pulau ini memiliki cara untuk mengelolanya sampah mereka.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Foto aerial suasana Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Setiap bulannya, sekitar 600 jiwa penduduk pulau paling utara di DKI Jakarta itu menghasilkan sampah 600-700 kilogram.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

“Selama bertahun-tahun kami hanya menimbunnya di dalam tanah,” kata seorang warga Sabira, Agung. Alhasil, sekitar 20 persen dari pulau seluas 8,8 hektare itu merupakan timbunan sampah. Warga khawatir bila penimbunan ini terus dilakukan, sampah-sampah akan menutupi seluruh pulau.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Titik cerah atas permasalahan tersebut mulai muncul. Pada awal 2020 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengoperasikan Kapal Motor (KM) Samtama yang berfungsi mengangkut sampah dari Pulau Sabira ke tempat pembuangan akhir (TPA) di dataran Pulau Jawa.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Namun, upaya itu belum cukup. Sampah masih sering kali menumpuk di Pulau Sabira karena KM Samtama hanya datang selama sekali dalam satu bulan.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Oleh karena itu, mulai Februari 2020 masyarakat setempat dengan dukungan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kepulauan Seribu mendirikan Bank Sampah Sabira Bersih Gembira untuk lebih mengoptimalkan upaya mengurangi volume sampah.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Sistem pengelolaan limbah ala bank sampah membuat kebiasaan menimbun limbah perlahan ditinggalkan masyarakat. Kini, masyarakat Sabira beralih ke kebiasaan memilah sampah organik dan bukan organik.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Dari hasil pemilahan itu, masyarakat Sabira pun mendapatkan manfaatnya. "Setiap tahun tiap nasabah mendapatkan Rp100.000-150.000 dari sampah plastik yang mereka setorkan," kata Agung yang juga menjadi pengurus Bank Sampah Sabira Bersih Gembira.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Sebagian sampah plastik yang disetorkan kepada bank sampah selanjutnya dijual ke pengepul di Jawa dan sebagian lainnya didaur ulang menjadi ecobrick atau hasil daur ulang sampah plastik yang dapat dimanfaatkan menjadi kursi atau meja.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Tak hanya itu, sampah organik rumah tangga warga pun juga diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan warga dalam bercocok tanam.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Sebagian sampah organik lainnya, terutama sampah sisa dapur, juga mereka manfaatkan sebagai makanan ulat maggot. Ulat-ulat maggot atau larva lalat BSF (Black Soldier Fly) itu sendiri dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai pakan ternak ayam.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Setelah adanya pengelolaan sampah yang lebih intensif tersebut kini jumlah sampah residu atau yang tidak bisa dimanfaatkan lagi semakin sedikit. Dari rata-rata 700 kilogram sampah yang diproduksi warga Sabira setiap bulan, sekitar 500 kilogram di antaranya bisa didaur ulang dan diambil manfaatnya.

Seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, sampah juga menjadi permasalahan yang dihadapi masyarakat di Pulau Sabira, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

"Pulau Sabira kini tampak lebih bersih dan asri," kata Ali, Ketua RW 03 Pulau Sabira. Semangat menjaga pulau untuk bersih dari sampah akan terus digelorakan demi kelangsungan masa depan generasi penerus maupun makhluk-makhluk hidup lainnya di ekosistem Pulau Sabira.

Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah
Pulau Sabira Menolak Punah dengan Kelola Sampah