Foto

Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno

Petros Giannakouris/AP Photo - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 18:03 WIB

Afghanistan - Taliban membuka Museum Nasional Afghanistan di Ibu Kota Kabul. Sikap ini bertolak belakang dengan sebelumnya yang berniat menutup dan menghancurkan benda kuno.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Anggota Taliban melihat koleksi Museum Afghanistan, (6/12/2021). Sebelumnya, Taliban pernah menyerbu museum dan berniat untuk menutup tempat ini.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Museum Nasional Afghanistan dibuka kembali lebih dari seminggu yang lalu untuk pertama kalinya, sejak Taliban mengambil alih Afghanistan pada pertengahan Agustus lalu.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Museum Nasional Afghanistan yang terletak di Kabul barat daya ini menyimpan dan mengkurasi artefak dari periode Paleolitik hingga abad ke-20. Pemadaman listrik sering terjadi dan generator museum telah rusak, membuat banyak ruang pameran menjadi gelap gulita.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Pada hari Jumat lalu, anggota Taliban yang beberapa membawa senapan serbu, termasuk di antara pengunjung yang menggunakan lampu ponsel mereka untuk melihat koleksi museum berupa keramik kuno dan senjata abad ke-18.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Dilansir Associated Press, Direktur museum, Mohammad Fahim Rahimi dan stafnya sejauh ini diizinkan untuk melanjutkan posisi mereka, meskipun mereka seperti banyak pegawai negeri Afghanistan belum menerima gaji sejak Agustus.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Pengunjung berjalan di depan batu kapur AC abad kedua dalam Bahasa Baktria dengan tulisan Yunani di Museum Nasional Afghanistan, di Kabul.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Koin perak dan pot keramik dari periode Gaznvied yang berlangsung dari 977 hingga 1186 dipajang di Museum Nasional Afghanistan, di Kabul.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Seorang staf museum keluar dari pintu masuk utama Museum Nasional Afghanistan, di Kabul.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Rahimi mengatakan hanya penjaga keamanan yang berubah. Taliban sekarang menggantikan kontingen polisi yang dulu menjaga gedung dan menyediakan penjaga keamanan wanita untuk memeriksa pengunjung wanita. Saat ini sekitar 50-100 orang mengunjungi museum setiap hari.

Museum nasional Afghanistan kembali dibuka untuk umum. Taliban jadi pengunjung paling antusias, padahal sebelumnya pernah ingin menghancurkan koleksi museum. Selasa, (7/12/2021). (AP Photo/Petros Giannakouris)

Sebuah artefak berlabel terletak di atas meja di ruang konservasi di The National Museum of Afghanistan, di Kabul.

Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno
Taliban Kembali Buka Museum yang Dipenuhi Koleksi Artefak Kuno