Foto

Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden

AP/Leo Correa - detikNews
Senin, 06 Des 2021 14:00 WIB

Gambia - Umumnya pemungutan suara menggunakan kertas, namun tidak berlaku di Gambia, Afrika yang punya cara unik. Mereka melakukannya dengan kelereng.

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021. Warga Gambia memberikan suara dalam pemilu bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, di suara. (Foto AP/Leo Correa)

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021.

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021. Warga Gambia memberikan suara dalam pemilu bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, di suara. (Foto AP/Leo Correa)

Orang-orang berbaris untuk memberikan suara mereka untuk pemilihan presiden Gambia di Bakau, Gambia.

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021. Warga Gambia memberikan suara dalam pemilu bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, di suara. (Foto AP/Leo Correa)

Rakyat Gambia memberikan suara dalam pemilihan bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, pada surat suara.

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021. Warga Gambia memberikan suara dalam pemilu bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, di suara. (Foto AP/Leo Correa)

Seorang petugas pemilu menggunakan papan hitung untuk menghitung kelereng dari tempat pemungutan suara selama pemilihan presiden Gambia di Serrekunda, Gambia.

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021. Warga Gambia memberikan suara dalam pemilu bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, di suara. (Foto AP/Leo Correa)

Pekerja pemilu menggunakan papan hitung untuk menghitung kelereng dari satu tempat pemungutan suara.

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021. Warga Gambia memberikan suara dalam pemilu bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, di suara. (Foto AP/Leo Correa)

Menghitung suara dalam pemilu presiden di kebanyakan negara pada umumnya dilakukan melalui surat suara. Namun berbeda dengan negara Gambia. Di sana justru menggunakan kelereng sebagai benda untuk menghitung suara presiden.

Pekerja pemilu menyiapkan drum suara di sebuah tempat pemungutan suara di Bakau, Gambia, Sabtu, 4 Desember 2021. Warga Gambia memberikan suara dalam pemilu bersejarah yang untuk pertama kalinya tidak akan ada mantan diktator Yahya Jammeh, yang memerintah selama 22 tahun, di suara. (Foto AP/Leo Correa)

Kelereng yang dikumpulkan dari drum pemungutan suara diletakkan di papan hitung untuk memudahkan menghitungnya.

Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden
Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden
Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden
Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden
Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden
Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden
Unik! Negara Gambia Pakai Kelereng untuk Pemilihan Presiden