Foto

Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 20:30 WIB

Magelang - Kampung Tulung menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Sisa-sisa pertempuran masih terlihat disana.

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Terdapat bangunan yang dulunya sebagai dapur umum dan markas Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang hingga kini masih berdiri.  

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Ketua RW 02 Kampung Tulung, Lukito Sari, menceritakan, pada 28 Oktober 1945 sekitar pukul 05.00 WIB silam, pertempuran melawan Jepang dimulai. Tentara Kido Butai melakukan penyerangan dari Badaan dengan tembakan.  

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Target dalam penyerangan itu adalah markas Tentara Keamanan Rakyat yang berada di Kampung Tulung, Magelang.  

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Tentara Kidou Butai mengepung Kampung Tulung dari segala arah sehingga tak ada seorangpun warga kampung yang dapat meloloskan diri. Tak hanya itu, sepanjang perjalanan menuju Kampung Tulung, pasukan itu menembaki setiap orang yang berada di hadapannya tanpa belas kasihan.  

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Hingga akhirnya pemuda yang ada di Kampung Tulung ini melakukan perlawanan. Perlawanan waktu itu selama sehari penuh sehingga (tentara Kidobutai) terdesak. Kemudian dari dalam gedung mengibarkan bendera putih tanda menyerah.  

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Dalam pertempuran tersebut, kata Lukito, ada 42 pejuang yang gugur. Dulunya, para pejuang yang gugur sempat dimakamkan di sekitar Kampung Tulung, tapi kini sudah dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP).  

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Lukito menambahkan, rumah yang dijadikan markas BKR dan dapur umum ini dulunya milik Lurah Atmo Pawiro. Sedangkan sekarang ditinggali keluarga Dofian Widarso.  

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Sementara itu, Ketua RW 01, Robby Boeroenday, menambahkan sejak tahun 2014 warga Kampung Tulung telah mengusulkan tiga hal kepada Pemkot Magelang.   

Kampung Tulung, Kota Magelang, Jawa Tengah, menjadi saksi bisu gugurnya 42 orang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

Adapun usulan itu, pertama nama Jalan Kusuma Bangsa, kedua status kampung sejarah, dan ketiga dijadikan cagar budaya.  

Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang
Potret Kampung Tulung, Saksi Bisu Tragedi Paling Mencekam di Magelang