Foto

Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta

Dok. Detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 15:30 WIB

Jakarta - Wacana tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk, dicanangkan jadi nama jalan di Jakarta. Rencana tersebut pun menuai pro-kontra.

Wacana tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk, yang akan dijadikan nama jalan di Jakarta menuai pro-kontra.

Ada pihak yang menolak karena ketokohan Ataturk, tapi di sisi lain ada juga yang mendukung. Pihak yang menolak salah satunya datang dari PKS DKI. PKS menilai Ataturk sebagai sosok kontroversial. Getty Images/Chris McGrath

The full moon rises behind the Byzantine-era Hagia Sophia in the historic Sultanahmet district of Istanbul, early Tuesday, Sept. 1, 2020. Worshipers held the first Muslim prayers in 86 years inside the Istanbul landmark that served as one of Christendom's most significant cathedrals, a mosque and a museum before its conversion back into a Muslim place of worship on July 24, 2020. The conversion of the edifice, has led to an international outcry. (AP Photo/Emrah Gurel)

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin dalam keterangannya menyoroti kontroversi Ataturk yang disebut merugikan muslim selama memimpin negara Turki. Salah satunya mengalihfungsikan Masjid Hagia Sophia dari masjid menjadi museum pada 1935. AP/Emrah Gurel

Sejumlah warga menunaikan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (8/1/2021). Usai diresmikan Kamis (7/1) oleh Presiden Joko Widodo.
Tidak hanya PKS DKI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menolak wacana tersebut. MUI mengatakan, jika pemerintah merealisasikan wacana tersebut, hati umat Islam akan tersakiti. Rifkianto Nugroho/detikcom
Wacana tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk, yang akan dijadikan nama jalan di Jakarta menuai pro-kontra.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulis mengatakan Mustafa Kemal Ataturk adalah seorang tokoh yang sudah mengacak-acak ajaran Islam. Anwar Abbas kemudian menyampaikan Ataturk adalah tokoh sekuler yang tak percaya ajaran Islam dapat membawa Turki menjadi negara maju. Anwar Abbas menyebut Ataturk sesat. Getty Images/Chris McGrath

Wacana tokoh sekuler Turki, Mustafa Kemal Ataturk, yang akan dijadikan nama jalan di Jakarta menuai pro-kontra.

Dibalik penolakan itu ada juga pihak yang mendukung penamaan Ataturk di Jakarta, yakni PWNU DKI. PWNU menyebut sikap penolakan itu berlebihan dan PWNU DKI meminta pemberian nama jalan itu dikaji secara utuh. Getty Images/Chris McGrath

ZONGULDAK, TURKEY - APRIL 05: A portrait of Mustafa Kemal Ataturk is seen hanging at a house in the mountains on April 5, 2017 in Zonguldak, Turkey. 
Campaigning by both the

Menurut Ketua PWNU DKI, Syamsul Maarif, Ataturk memang dikenal sebagai tokoh sekuler. Namun, menurut Syamsul, di sisi lain, ada kelebihan yang dibawa oleh Ataturk termasuk soal nasionalisme. Getty Images/Chris McGrath

Siluet monumen patung Presiden Pertama Indonesia Soekarno melambaikan tangan sambil memegang tongkat komando berdiri tegak di Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (19/8/2021). Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar membangun monumen itu untuk mengenang Soekarno karena jadi Presiden Indonesia satu-satunya yang pernah menginjakan kaki di daerah perbatasan itu pada 4 November 1958. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.

Syamsul menyambut baik kerja sama Indonesia dan Turki yang ditunjukkan lewat pemberian nama jalan. Syamsul lantas berbicara mengenai sosok Sukarno dan Ataturk sebagai bapak bangsa. ANTARA FOTO/FB Anggoro  

Jalan Soekarno di Turki

Pemprov DKI Jakarta menilai harus saling menghormati. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut wacana itu bentuk kerja sama dengan pemerintah Turki. Nampak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat berada di Jalan Soekarno di Turki 2018 lalu. ANTARA FOTO/Susylo Asmalyah  

Jalan Soekarno di Turki

Riza menjelaskan, usulan nama tokoh dijadikan sebagai nama jalan merupakan bagian kerja sama antarnegara. Dia mengatakan nama Presiden RI pertama, Sukarno, sudah ada di Turki, sebagai timbal baliknya, nama Ataturk diusulkan oleh Turki untuk nama jalan di Jakarta. Dok. theworldnews  

Turkey's President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankara's relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)

Erdogan disebut akan melawat ke Jakarta pada awal 2022. Pemprov DKI dan KBRI Ankara disebut masih menunggu kepastian nama yang akan digunakan sebagai jalan. AP Photo/Francisco Seco  

Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta
Heboh Pro-Kontra Wacana Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta