Foto

Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si 'Ular Besi' Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 19:30 WIB

Bandung - Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.

Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras di teras rumah Ani (52), warga RT 4 RW 4 Kelurahan Husein, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Lengkingan itu datang bersamaan dengan getaran konstan dari sebuah kereta api lokal yang melintas sore itu.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Tempat tinggal Ani hanya sepelemparan batu dari rel kereta Daop 2 Bandung. Rumahnya dan rel kereta hanya berjarak kurang lebih empat hingga lima meter, posisi keduanya tersekat oleh pagar pembatas dari besi. Walau tersekat pagar, tapi ada celah bagi warga untuk masuk ke perlintasan kereta.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Wanita yang telah tinggal di pinggiran rel selama puluhan itu mengaku, aktivitas warga sekitar tak bisa dijauhkan dari rel kereta. Rel kereta, dikatakan Ani menjadi ruang terbuka alternatif bagi warga yang tinggal di wilayah pinggiran.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Tak jarang juga, ia memergoki sejumlah pasangan yang memadu kasih di atas jalur si 'ular besi'. Aktivitas itu biasanya ditemukan saat menjelang sore hingga malam hari.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Di seberang rumah Ani terdapat bangunan liar yang dibangun oleh para pemulung, rumah-rumah semi permanen itu bahkan jaraknya lebih dekat dengan rel dan tanpa sekat. Pantauan detikcom, penghuni rumah dan warga sekitar pun tampak bersantai di sore hari di sana.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Ani mengatakan tinggal di pinggiran rel kereta api bukanlah pilihan hidup yang terbaik, pasalnya tanah yang ia pijak untuk membina biduk rumah tangga dengan suaminya merupakan tanah milik PT KAI.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Menurutnya, ada aturan yang tak biasa untuk warga yang tinggal di pinggiran rel. Yakni, jangan membangun rumah dengan atap seng yang menghadap ke rel kereta. Alasannya, karena seng yang menjorok ke badan rel bakal bikin celaka masinis dan penumpang kereta di dalamnya.
Lengkingan putaran roda besi yang mencengkeram rel terdengar keras dari permukiman warga pinggir rel di kawasan Cicendo, Bandung.
Selama puluhan tahun ia tinggal di sana, kasus kecelakaan warga yang tertabrak kereta sangat jarang terjadi.
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung
Sepenggal Kisah di Atas Jalur Si Ular Besi Bandung