Foto

Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 27 Sep 2021 16:34 WIB

Yogyakarta - Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Hasilnya, polisi meringkus tiga orang tersangka yang mengelola dua pabrik dengan hasil produksi sebulan mencapai 420 juta butir.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Agus Andrianto mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari jakarta kemudian dikembangkan ke Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, baru kemudian dikembangkan bahwa pabriknya di Yogyakarta.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Agus menjelaskan dari pengungkapan tersebut pihaknya mampu meringkus 10 tersangka. Sedangkan di Yogyakarta polisi meringkus tiga orang tersangka yang bertugas mengelola dua pabrik obat ilegal.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Ketiga tersangka itu adalah JSR Alias J (56) warga Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, LSK Alias DA (49) warga Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul dan WZ (53) warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Ketiganya mengelola dua pabrik yang memproduksi pil Hexymer, LL atau double L dan Dextro Methorphan.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Secara rinci, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar menyebut bahwa pada tanggal 13-15 September 2021 Subdit 3 Ditipidnarkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus peredaran gelap obat-obatan keras dan psikotropika oleh delapan orang tersangka dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Bekasi dan Jaktim.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Dari penanganan itu, polisi menyitanya barang bukti lebih dari 5 juta butir pil golongan obat keras jenis Hexymer, Trihex, DMP, Tramadol, double L hingga Aprazolam l. Dari hasil pengembangan, ternyata para tersangka mendapatkan barang tersebut dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Pasalnya dari lokasi di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, pihaknya menyita mesin-mesin produksi obat, berbagai jenis bahan kimia/prekursor obat hingga adonan/campuran berbagai prekursor siap diolah menjadi obat. Bahkan, pihaknya menyita obat-obat keras jenis seperti Hexymer, Trihex, DMP, double L, Irgaphan 200 mg yang sudah dikemas dan siap kirim.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Selanjutnya, pada hari Rabu (22/9) dini hari pihaknya menangkap DA di Perum Kepanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Dari hasil interogasi, DA mengaku bahwa masih ada satu pabrik lainnya di Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Tak berselang lama, tim gabungan melakukan penggeledahan dan menemukan pabrik pembuatan dan penyimpanan obat keras seperti informasi DA. Krisno mengungkapkan, bahwa DA berperan sebagai penerima pesanan dari EY dan mengirim obat ke beberapa kota di DKI, Jatim, Jabar hingga Kalsel.
Polisi mengungkap praktik produksi obat-obatan ilegal khususnya psikotropika di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Berdasarkan keterangan para tersangka diketahui bahwa pabrik tersebut sudah beroperasi sejak tahun 2018. Di mana dalam sehari bisa memproduksi 2 juta butir obat-obatan ilegal.
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya
Momen Polisi Gerebek 2 Pabrik Psikotropika di Yogya