Foto

Kasus Corona Turun, Isolasi Apung di Makassar Ditutup

ANTARA FOTO/Arnas Padda - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 15:00 WIB

Makassar - Pemerintah Kota Makassar resmi menutup isolasi apung di atas kapal Pelni. Penutupan ini dilakukan karena adanya penurunan kasus COVID-19 secara signifikan.

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air sebagai penanda program isolasi apung ditutup secara resmi di Terminal Peti Kemas Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021). Pemerintah Kota Makassar resmi menutup program isolasi apung di atas kapal Pelni yang telah berlangsung selama dua bulan karena adanya penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19 secara signifikan dari sekitar 700 pasien per hari menjadi sekitar 70-80 pasien per hari, serta rasio tempat tidur terpakai (bed occupancy ratio/BOR) di Kota Makassar mengalami penurunan menjadi 1,8 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/rwa.

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air sebagai penanda program isolasi apung ditutup secara resmi di Terminal Peti Kemas Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021).   

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air sebagai penanda program isolasi apung ditutup secara resmi di Terminal Peti Kemas Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021). Pemerintah Kota Makassar resmi menutup program isolasi apung di atas kapal Pelni yang telah berlangsung selama dua bulan karena adanya penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19 secara signifikan dari sekitar 700 pasien per hari menjadi sekitar 70-80 pasien per hari, serta rasio tempat tidur terpakai (bed occupancy ratio/BOR) di Kota Makassar mengalami penurunan menjadi 1,8 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/rwa.

Pemerintah Kota Makassar resmi menutup program isolasi apung di atas kapal Pelni yang telah berlangsung selama dua bulan karena adanya penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19 secara signifikan dari sekitar 700 pasien per hari menjadi sekitar 70-80 pasien per hari.  

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air sebagai penanda program isolasi apung ditutup secara resmi di Terminal Peti Kemas Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021). Pemerintah Kota Makassar resmi menutup program isolasi apung di atas kapal Pelni yang telah berlangsung selama dua bulan karena adanya penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19 secara signifikan dari sekitar 700 pasien per hari menjadi sekitar 70-80 pasien per hari, serta rasio tempat tidur terpakai (bed occupancy ratio/BOR) di Kota Makassar mengalami penurunan menjadi 1,8 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/rwa.

Selain itu rasio tempat tidur terpakai (bed occupancy ratio/BOR) di Kota Makassar juga mengalami penurunan menjadi 1,8 persen.   

Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air sebagai penanda program isolasi apung ditutup secara resmi di Terminal Peti Kemas Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021). Pemerintah Kota Makassar resmi menutup program isolasi apung di atas kapal Pelni yang telah berlangsung selama dua bulan karena adanya penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19 secara signifikan dari sekitar 700 pasien per hari menjadi sekitar 70-80 pasien per hari, serta rasio tempat tidur terpakai (bed occupancy ratio/BOR) di Kota Makassar mengalami penurunan menjadi 1,8 persen. ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/rwa.

Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto (tengah) berbincang dengan Kepala Cabang Makassar PT Pelni (Persero) Ahkmad Sadikin (kanan) dan Nahkoda KM Umsini Rommy Supriadi (kiri) usai penutupan program isolasi apung di Terminal Peti Kemas Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (20/9/2021).  

Kasus Corona Turun, Isolasi Apung di Makassar Ditutup
Kasus Corona Turun, Isolasi Apung di Makassar Ditutup
Kasus Corona Turun, Isolasi Apung di Makassar Ditutup
Kasus Corona Turun, Isolasi Apung di Makassar Ditutup