Filipina - Jumlah perawat semakin berkurang di tengah meningkatkan kasus Corona di Filipina. Departemen Kesehatan melaporkan kekurangan perawat lebih dari 100.000 orang.
Foto
Filipina Kekurangan Perawat di Tengah Meledaknya Kasus Corona

Profesi perawat di Filipina sudah sangat kekurangan staf bahkan sebelum pandemi virus Corona.
Pandemi telah membuat jumlah perawat makin berkurang.
Saat ini para perawat yang kelelahan di Filipina menghadapi perjuangan berat untuk merawat pasien karena banyak rekan kerja mereka terinfeksi COVID-19 ataupun berhenti kerja.
Departemen Kesehatan Filipina melaporkan kekurangan tenaga keperawatan lebih dari 100.000 orang.
Angka resmi menunjukkan 75.000 perawat bekerja di rumah sakit umum dan swasta Filipina, tetapi sekitar 109.000 lagi yang dibutuhkan.
Kepala Persatuan Perawat Filipina, Maristela Abenojar mengatakan, pandemi telah memperburuk kekurangan perawat yang sudah ada sebelumnya.
Kepala Persatuan Perawat Filipina, Maristela Abenojar mengatakan, kekurangan staf kronis tersebut adalah karena gaji yang tidak memadai.
Data resmi menunjukkan, seorang perawat pemula di rumah sakit pemerintah dapat memperoleh 33.575 peso (US$ 670) per bulan. Namun, Kepala Persatuan Perawat Filipina, Maristela Abenojar mengatakan sebagian besar menggunakan kontrak jangka pendek, menghasilkan 22.000 peso, tapi tanpa manfaat seperti tunjangan risiko khusus COVID-19. Sementara itu, perawat yang bekerja di sektor swasta hanya mendapatkan 8.000 peso.
Dalam beberapa pekan terakhir, para petugas kesehatan memprotes tunjangan yang tidak dibayar, termasuk tunjangan risiko khusus COVID-19.
Seperti diketahui, Filipina sedang mengalami rekor peningkatan kasus infeksi Corona, yang dipicu oleh varian Delta.