Foto

Gawat! Tenun Gadod Khas Majalengka Terancam Punah

Bima Bagaskara - detikNews
Sabtu, 11 Sep 2021 09:59 WIB

Majalengka - Saat ini perajin Tenun Gadod diketahui hanya ada satu orang di Jawa Barat yakni Emak Maya (80). Hal ini membuat kain khas Majalengka ini terancam punah.

Saat ini perajin Tenun Gadod diketahui hanya ada satu orang di Jawa Barat yakni Emak Maya (80). Hal ini membuat kain khas Majalengka ini terancam punah.
Emak Maya (80) merupakan satu-satunya perajin Tenun Gadod yang tersisa di Majalengka. Tenun Gadod ini adalah kain yang berasal dari Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja.
Saat ini perajin Tenun Gadod diketahui hanya ada satu orang di Jawa Barat yakni Emak Maya (80). Hal ini membuat kain khas Majalengka ini terancam punah.
Kurangnya perajin Tenun Gadod saat ini membuat kain tradisional ini terancam punah. Padahal Tenun Gadod ini sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang dan sempat mengalami masa keemasannya.
 
Saat ini perajin Tenun Gadod diketahui hanya ada satu orang di Jawa Barat yakni Emak Maya (80). Hal ini membuat kain khas Majalengka ini terancam punah.
Awalnya Tenun Gadod yang berarti kuat dan tebal ini dibuat dengan menggunakan kapas alit alias kapas Jepang. Namun karena kapas tersebut sudah tidak lagi ditemukan di Desa Nunuk, perajin kemudian menggunakan kapas honje untuk membuat Tenun Gadod.
 
Saat ini perajin Tenun Gadod diketahui hanya ada satu orang di Jawa Barat yakni Emak Maya (80). Hal ini membuat kain khas Majalengka ini terancam punah.
Proses pembuatan satu buah kain Tenun Gadod dibutuhkan waktu sekitar 7-10 hari. Proses pembuatan Tenun Gadod yang dimulai dari tahap pembuatan benang, pewarnaan hingga menghitung kebutuhan untuk satu kain masih dilakukan secara tradisional.
 
Saat ini perajin Tenun Gadod diketahui hanya ada satu orang di Jawa Barat yakni Emak Maya (80). Hal ini membuat kain khas Majalengka ini terancam punah.
Cara-cara tradisional itulah yang kemudian menjadi ciri khas Tenun Gadod dan membedakannya dengan tenun-tenun lainnya yang ada, termasuk menanam sendiri kapas honje sebagai bahan baku Tenun Gadod. 
Saat ini perajin Tenun Gadod diketahui hanya ada satu orang di Jawa Barat yakni Emak Maya (80). Hal ini membuat kain khas Majalengka ini terancam punah.
Sayangnya Tenun Gadod ini terancam punah karena kurangnya minat warga yang membuat kain tradisional tersebut. Saat ini hanya ada Emak Maya, Siti Khodijah dan seorang lainnya yang masih eksis membuat Tenun Gadod.
 
Gawat! Tenun Gadod Khas Majalengka Terancam Punah
Gawat! Tenun Gadod Khas Majalengka Terancam Punah
Gawat! Tenun Gadod Khas Majalengka Terancam Punah
Gawat! Tenun Gadod Khas Majalengka Terancam Punah
Gawat! Tenun Gadod Khas Majalengka Terancam Punah
Gawat! Tenun Gadod Khas Majalengka Terancam Punah