Sukabumi - Marching Band Opa Oma ini sudah sangat dikenal warga Sukabumi untuk berbagai event daerah hingga nasional. Sesuai namanya, para pemainnya pun tak lagi muda.
Foto
Begini Jadinya Kalau Lansia di Sukabumi Ikut Marching Band
Suara ketukan peralatan marching band terdengar bertenaga, kompak dan menggelegar. Lagu-lagu dangdut koplo terbaru bergantian dimainkan dengan irama yang pas, tapi siapa sangka jika peralatan marching band itu dimainkan oleh pria dan wanita yang telah lanjut usia.

Nama Marching Band Opa Oma ini sudah dikenal baik oleh warga Sukabumi, bahkan di berbagai event daerah hingga nasional mereka kerap menjadi jawara. Rata-rata usia mereka tak muda lagi, anggota termuda 40 tahun dan yang paling tua 76 tahun. Bukan sekedar hobi, bagi mereka Marching Band adalah salah satu sumber penghidupan yang menjanjikan.
Marching Band Opa Oma didirikan tahun 2015 silam. Awalnya anggota itu berjumlah 63 orang. Seiring waktu jumlah kian menyusut hingga berjumlah 54 orang. Mayoritas anggota marching adalah mereka yang sudah lanjut usia, sebagai ciri khas pembeda dari marching band yang sudah ada.
Mayoritas anggota Opa Oma sehari-harinya bekerja sebagai petani, ada juga pengrajin sandal. Adanya marching band membuat kehidupan para lansia itu lebih berwarna, selain itu penghasilan juga menjanjikan. Β
Penghasilannya pun terbilang cukup menjanjikan, untuk satu kali tampil Rp 5 juta, belum lagi kalau ada saweran itu yang lumayan buat tambah-tambahan.
Opa Oma ini jadi salah satu penyambut kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno ke Cisande, Cicantayan pada Minggu (5/9) kemarin.
Sandiaga pun sempat menyawer anggota marching band tersebut. Alunan nada musik tiktok kekinian juga tak lupa dibawakan oleh para anggotanya dengan berjingkrak-jingkrak menyambut kedatangan Menparekraf tersebut.