Foto

Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19

Getty Images - detikNews
Senin, 02 Agu 2021 16:00 WIB

Madura - Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Beberapa hari lalu sempat viral cuitan twitter milih salah satu warga di Madura yang menulis bahwa Madura saat ini tidak terlalu peduli dengan Corona. Ulet Ifansasti/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Hal tersebut bermula pada viral sebuah cuitan di akun twitter @Antonius061 tentang 'Mati Corona Ala Madura'. Cuitan itu berisi tulisan dari Firman Syah Ali yang menceritakan kondisi Pamekasan tampak normal dalam status PPKM level 3, padahal pandemi COVID-19 tengah melonjak saat ini. Chris McGrath/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Saat dihubungi Detikcom tulisan tersebut benar adanya dan sesuai kenyataan di lapangan. Dai menjelaskan warga di Pamekasan tetap menjalankan aktivitas normal selama PPKM level 3-4. Menurutnya  banyak hajatan yang digelar warga di Pamekasan. Chris McGrath/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Bahkan banyak hajatan yang dilakukan tanpa protokol kesehatan dengan mengundang orang banyak. Dan herannya kegiatan itu tidak ditegur Pemkab Setempat. Chris McGrath/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Firman yang juga keponakan Mahfud Md ini menyebut akhir-akhir ini ada imbauan dari Ketua DPRD Pamekasan agar tidak mengumumkan kematian warga melalui TOA masjid. Hal ini untuk menjaga kondisi psikis warga. Ulet Ifansasti/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Perlu diketahui Sekitar 100 tahun silam, Madura pun pernah diamuk Flu Spanyol yang ganas dan menewaskan sebanyak 4 juta lebih  orang madura. Robertus Pudyanto/Getty Images  

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Mirip COVID-19 hari ini, Flu Spanyol menyerang sistem pernapasan, melalui penularan dari cairan tubuh orang yang terinfeksi, ketika batuk, bersin, atau berbicara. Bedanya, virus influenza tipe A H1N1 membunuh mereka yang berusia produktif, antara 20 tahun hingga 40 tahun, meski anak-anak dan orang tua pun cukup rentan. Ed Wray/Getty Images   

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Menurut Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin, lonjakan kasus COVID19 di Bangkalan salah satunya karena masyarakat abai protokol kesehatan. Terutama saat liburan hari raya Idulfitri.JUNI KRISWANTO/AFP via Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Perlu diketahui saat ini kasus COVID-19 di Madura mencapai 5.549 khususnya di Kabupatem Bangkalan. Tetapi pada realitanya masih saja warga disana tetap menghindari kalimat Corona dengan mengganti dengan kalimat Penyakit Saat Ini. Robertus Pudyanto/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Bahkan dalam tulisan si Firman, orang yang meninggal karena COVID-19  tidak dilaporkan ke puskesmas tetapi tetap dimandikan biasa, disholati dan ditahlili biasa, sehingga tidak masuk data resmi korban Corona di Kabupaten setempat. Ed Wray/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Begitu usai tahlilan biasanya beberapa tetangga dan keluarga almarhum menyusul meninggal dunia, namun tetap saja tidak disebut corona, mereka disebut mati kena penyakit yang sekarang ini. Robertus Pudyanto/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Hal tersebut terjadi karena kurangnya edukasi dari pemkab setempat sehingga banyak warga yang tidak patuh terhadap prokes itu. Robertus Pudyanto/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Menurut satgas COVID-19 di Jatim Jibril cuitan yang ditulis Firman itu menggambarkan jika edukasi COVID-19 terhadap warga di Madura sangat diperlukan. Robertus Pudyanto/Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Jibril juga berkaca dari sejarah dan jurnal di population studies. Sebab, disebutkan bahwa diprediksi saat Spanish flu tahun 1918-1919, 23,71% populasi Madura meninggal saat pagebluk. Budiono/ Sijori images/Barcroft Media via Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Jibril mengatakan berdasarkan aplikasi Bersatu Lawan COVID-19 per 27 Juli, terlihat kepatuhan masyarakat Madura pada protokol kesehatan di bawah 50%.  JUNI KRISWANTO/AFP via Getty Images

Madura saat ini kembali disorot karena masyarakatnya yang tidak percaya dengan COVID-19. Padahal saat ini daerah itu masuk dalam kategori PPKM level 3.

Akankah sejarah kematian seperti flu Spanyol terulang kembali di Madura saat pandemi seperti ini ? Kita lihat saja. Robertus Pudyanto/Getty Images

Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19
Viral Perangai Warga Madura Hadapi COVID-19