Foto

Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis

Geety Image - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 18:37 WIB

Jakarta - Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon makin terpuruk. Berikut foto-foto kehidupan warga Lebanon yang kini makin masuk dalam jurang kemiskinan.

FILE - In this June 12, 2021 file photo, a taxi driver sleeps in the early morning inside his car as he waits in a long queue for gasoline in the Lebanese capital, Beirut. Lebanon is struggling amid a 20-month-old economic and financial crisis that has led to shortages of fuel and basic goods like baby formula, medicine and spare parts. The crisis is rooted in decades of corruption and mismanagement by a post-civil war political class. (AP Photo/Hussein Malla, File)
Pemerintah Israel menawarkan bantuan kemanusiaan untuk Lebanon yang tengah diselimuti krisis ekonomi parah. Tawaran bantuan ini disampaikan Israel meskipun negara ini pernah berperang dengan kelompok Hizbullah yang berbasis dan berpengaruh di Lebanon.
Situasi krisis ekonomi di Lebanon semakin parah hingga membuat negara ini disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan berbagai kebutuhan pokok membuat situasi di Lebanon semakin tak tertahankan bagi warganya.
Seperti dilansir The Times of Israel, Jumat (9/7/2021), kantor Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Benny Gantz, dalam pernyataan pada Selasa (6/7) waktu setempat mengungkapkan bahwa Israel telah secara resmi mengajukan proposal bantuan kemanusiaan untuk Lebanon, yang merupakan negara tetangganya.
Situasi krisis ekonomi di Lebanon semakin parah hingga membuat negara ini disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan berbagai kebutuhan pokok membuat situasi di Lebanon semakin tak tertahankan bagi warganya.
Krisis yang berawal dari akhir tahun 2019 ini diketahui berakar pada praktik korupsi dan salah urus oleh pemerintah selama bertahun-tahun.
Situasi krisis ekonomi di Lebanon semakin parah hingga membuat negara ini disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan berbagai kebutuhan pokok membuat situasi di Lebanon semakin tak tertahankan bagi warganya.

Krisis ekonomi semakin mendalam yang tengah melanda Lebanon dinilai akan menguntungkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Basis pendukung Hizbullah diperkirakan semakin bertumbuh saat rakyat Lebanon kecewa dengan pemerintah dan para elite politik negara itu.

Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok membuat situasi tak tertahankan.
Di saat rakyat menderita, faksi-faksi politik Lebanon terjebak dalam permainan saling menyalahkan. Situasi krisis ekonomi di Lebanon semakin parah hingga membuat negara ini disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan berbagai kebutuhan pokok membuat situasi di Lebanon semakin tak tertahankan bagi warganya.
Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok membuat situasi tak tertahankan.
Lebanon kini dikuasai pemerintahan sementara karena faksi politik di negara itu gagal mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan baru.
Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok membuat situasi tak tertahankan.
Hizbullah, partai politik Syiah berpengaruh dengan sayap militer kuat, menuduh pemerintah pusat bertanggung jawab atas krisis yang kini menyelimuti Lebanon.
Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok membuat situasi tak tertahankan.
Kalangan elite politik Lebanon dan sekutu politik mereka balik menuduh Hizbullah bertanggung jawab atas persoalan di negara itu.
Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok membuat situasi tak tertahankan.
Seperti dilansir Associated Press, Jumat (9/7/2021), sekitar 6 juta warga Lebanon tengah menghadapi realita baru di mana keseharian mereka diwarnai kelangkaan dan kekurangan berbagai bahan pokok termasuk obat-obatan, bahan bakar dan suku cadang untuk mobil
Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok membuat situasi tak tertahankan.
Krisis ekonomi dan finansial diketahui membuat aliran listrik hanya bertahan selama beberapa jam setiap harinya, memicu kelangkaan bahan bakar diesel yang dibutuhkan untuk generator dan memicu kurangnya perlengkapan medis serta obat-obatan.


Krisis ekonomi yang parah membuat Lebanon disebut bagai 'neraka' oleh warganya sendiri. Hiperinflasi dan kelangkaan bahan pokok membuat situasi tak tertahankan.
Pandemi virus Corona (COVID-19) semakin mempersulit situasi, dengan rumah-rumah sakit di Lebanon yang dulunya menjadi salah satu yang terbaik di kawasan, harus ikut berjuang.
A young couple enjoy the sunset during a hike trip in Chahtoul village, in the Keserwan district, Mount Lebanon Governorate of Lebanon, Sunday, June 27, 2021. With their dollars trapped in the bank, a lack of functioning credit cards and travel restrictions imposed because of the pandemic, many Lebanese who traditionally vacationed over the summer at regional hotspots are also now turning toward domestic tourism. (AP Photo/Hassan Ammar)
Walau demikian Lebanon memiliki pantai cantik yang memanjakan mata.
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis
Begini Kondisi Lebanon yang Kini Dilanda Krisis