Foto

Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis

Lazyra Amadea H - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 18:00 WIB

Bogor - Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Pulo Geulis terletak di Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Lokasinya berada di sebelah selatan Kebun Raya Bogor. Tak sulit untuk mencapai lokasi, kita cukup berjalan kaki melewati jembatan yang menghubungkan tepian Sungai Ciliwung.

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Jumlah penduduknya kini mencapai 2.640 jiwa dengan luas area sekitar 3,5 hektare dan berada diantara pecahan sungai Ciliwung.   

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Disanalah terdapat bukti nyata toleransi yang terjaga hingga kini. Sebuah kelenteng berdiri terhimpit di antara rumah-rumah penduduk. Ini menjadi bukti keberagaman dan toleransi yang ada di Pulo Geulis sudah ada sejak dulu. Jadi tak ada alasan intoleransi berkembang di bumi pertiwi ini.

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Salah satu bukti peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh dan sebagai saksi dari kerukunan beragama masyarakat sekitar Pulo Geulis, Vihara Maha Brahma atau disebut juga dengan Kelenteng Pan Kho yang dibangun pada abad ke-18.

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Kawasan Pulo Geulis ini juga dipercaya sebagai daerah sisa-sisa Kerajaan Sunda Pajajaran. Mayoritas penduduk daerah ini berasal dari suku Sunda dan Tionghoa. Masyarakatnya hidup rukun berdampingan meski mereka berbeda keyakinan satu sama lain. Indahnya keberagaman.   

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Kelenteng yang berdiri disana digunakan oleh masyarakat dari beberapa agama dan kepercayaan yang ada sebagai tempat ibadah mereka. Kelenteng seluas 4x10 meter ini juga rutin dipakai untuk tawasul umat muslim dan peziarah pada Kamis malam bersama warga sekitar. Disitulah terdapat situs peninggalan Megalitikum berselimut kain hijau. 

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Artefak itu dipercaya sebagai petilasan Embah Raden Mangun Jaya, seorang leluhur masyarakat Sunda yang dipercaya memiliki hubungan darah dengan Raja Pajajaran. Ada juga peninggalan dua batu besar yang diyakini sebagai petilasan dua tokoh penyebar agama Islam di Bogor yakni Embah Sakee, Embah Gebog dan Eyang Jayadiningrat. Tak hanya itu, ada pula makam Mbah Imam, sosok yang juga dipercaya sebagai penyebar agama Muslim di Kota Hujan.     

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Sebuah mural bergambar lima orang dengan pakaian keagamaan mereka yang berbeda-beda, tapi masih bisa berfoto berdampingan. Ini merupakan sebuah simbol toleransi antarumat beragama yang perlu di contoh.

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Abraham Halim, tokoh masyarakat sekaligus pegiat budaya di Kelenteng Phan Ko Bio menjadi saksi nyata dari keberagaman lintas agama disana. Pria yang kerap disapa Bram ini menyaksikan betul bagaimana umat lintas agama di kawasan Pulo Geulis saling bahu membahu saat menggelar acara keagamaan.

Indahnya keberagaman bukan hanya sekadar simbol dan ucapan belaka. Di Pulo Geulis ini toleransi antarumat beragama masih terawat hingga kini. Ini buktinya.

Begitu juga dengan anak-anak kecil yang sejak dini diajarkan akan pentingnya toleransi antarumat beragama. Mereka saling dukung dan bekerjasama satu sama lain agar anak-anak tersebut bisa tumbuh dan besar menjadi jiwa-jiwa yang berani, berbudi pekerti, jauh dari tindakan radikalisme dan intoleransi yang mengatasnamakan agama. Semoga saja, toleransi ini akan bisa terus ada dan mengalir dalam jiwa-jiwa yang bersih.   

Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis
Potret Nyata Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Pulo Geulis