Foto

Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 16:31 WIB

Bali - Perpustakaan Sabha Widya Sradha, Desa Sumerta Kelod, Bali, jadi tempat pelarian siswa yang rindu belajar tatap muka. Buku yang disediakan sangat membantu mereka

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Made Adi Kusuma salah satu siswa yang mengikuti pelajaran nonformal di Perpustakaan Sabha Widya Sradha, Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, mengatakan rindu belajar dan bermain bersama teman-temannya di sekolah.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Merebaknya wabah COVID-19 di Indonesia mengakibatkan pendidikan formal tidak berjalan normal, sekolah-sekolah menerapkan kegiatan belajar secara daring yang dinilai bermanfaat untuk melindungi peserta didik dari penularan virus itu dan mencegah munculnya klaster sekolah.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Namun di sisi lain, penerapan kegiatan belajar secara daring itu juga memiliki kekurangan yang bisa berdampak buruk bagi perkembangan belajar anak-anak. Banyak orang tua siswa mengeluh mengenai kegiatan belajar secara daring yang dinilai kurang efektif karena keterbatasan akses internet, berkurangnya interaksi dengan pengajar, minimnya pemahaman terhadap materi dan tingginya biaya kuota internet. Aktivitas bekerja orang tua juga ikut terganggu karena harus mendampingi anaknya saat belajar daring.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Desa Sumerta Kelod memanfaatkan perpustakaan desa yang berdiri sejak tahun 2016 untuk membangun budaya membaca membantu siswa belajar di luar lingkungan sekolah dengan menyediakan fasilitas wifi gratis sebagai penunjang kegiatan belajar daring selama masa COVID-19.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Menurut Kepala Desa Sumerta Kelod I Gusti Ketut Anom Suardana perpustakaan tersebut sasarannya untuk mencegah kenakalan remaja agar mereka terhindar dari pengaruh hal-hal negatif saat mengisi waktu di luar jam sekolah.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Perpustakaan desa yang dibuka setiap hari Senin hingga Sabtu pada pukul 09.00-16.00 WITA tersebut menyediakan sekitar 600 buku kategori untuk pelajar sekolah dasar, SMP, SMA/SMK hingga bacaan umum yang merupakan bantuan CSR dan sumbangan dari masyarakat melalui bank buku.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Belakangan ini sekolah-sekolah di Denpasar mulai membuka pembelajaran langsung atau tatap muka namun belum sepenuhnya seperti sebelum masa pandemi.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Siswa masih lebih banyak memiliki porsi waktu belajar di rumah sehingga perpustakaan desa itu menjadi tempat belajar mereka selepas sekolah.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Kegiatan belajar nonformal yang digelar pada masa pandemi di perpustakaan itu melibatkan relawan dari kalangan mahasiwa, aparat desa bahkan polisi untuk memberikan bimbingan dan meningkatkan semangat belajar anak.

Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan fasilitas wifi gratis di perpustakaan desa.

Kunjungan siswa ke perpustakaan desa itu saat ini dibatasi maksimal 10 anak dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka
Perpustakaan Desa Jadi Obat Rindu Sekolah Tatap Muka