Foto

Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK

Ari Saputra - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 20:00 WIB

Jakarta - KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

KPK kembali memeriksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster atau benur. Para tersangka di antaranya Ainul Faqih sebagai staf istri Edhy Prabowo, Safri sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Siswadi sebagai pengurus PT Aero Citra Kargo (PT ACK), dan Amiril Mukminin sebagai sekretaris pribadi Edhy Prabowo, Jakarta, Senin (22/2/2021).

KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

Andreau Pribadi Misanta yang diketahui merupakan mantan staf khusus Edhy Prabowo juga tampak diperiksa KPK.

KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

Selain itu, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo juga tampak menjalani pemeriksaan di gedung KPK. Pemeriksaan yang dilakukan KPK kali ini pun diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

Seperti diketahui, Edhy Prabowo bersama enam orang lainnya ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap ekspor benih lobster atau benur.

KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

Secara singkat, PT DPP merupakan calon eksportir benur yang diduga memberikan uang kepada Edhy Prabowo melalui sejumlah pihak, termasuk dua stafsusnya. Dalam urusan ekspor benur ini, Edhy Prabowo diduga mengatur agar semua eksportir melewati PT ACK sebagai forwarder dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

KPK menduga suap untuk Edhy Prabowo ditampung dalam rekening anak buahnya. Salah satu penggunaan uang suap yang diungkap KPK adalah ketika Edhy Prabowo berbelanja barang mewah di Amerika Serikat (AS), seperti jam tangan Rolex, tas LV, dan baju Old Navy.

KPK kembali periksa para tersangka kasus suap ekspor benih lobster. Pemeriksaan diketahui terkait perpanjangan masa penahanan tersangka untuk 30 hari ke depan.

Sementara itu, terkait dengan kabar Edhy Prabowo membeli vila mewah di Sukabumi, Jawa Barat, dari duit hasil suap ekspor benih lobster atau benur, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu membantahnya. Bahkan dia mengaku tak mengetahui vila yang dimaksud. Seperti diketahui, penyidik KPK pada Kamis (18/2) sekitar pukul 18.00 WIB menyita satu unit vila berikut tanah seluas kurang-lebih 2 hektare di Desa Cijengkol, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Vila tersebut diduga milik Edhy Prabowo yang dibeli dengan uang yang terkumpul dari para eksportir yang mendapatkan izin pengiriman benur di KKP.

Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK
Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK
Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK
Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK
Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK
Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK
Para Tersangka Suap Ekspor Benur Kembali Diperiksa KPK