Foto

Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?

ANTARA Foto - detikNews
Senin, 08 Feb 2021 20:53 WIB

Pantura - Sejumlah wilayah di jalur pantura terendam banjir. Para ahli mengatakan faktor banjir itu bisa disebabkan oleh penurunan muka tanah akibat kegiatan manusia.

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Seperti yang terjadi di Semarang. Banjir akibat intensitas hujan tinggi merendam jalur tersebut sejak Sabtu (6/2) dengan ketinggian bervariasi sekitar 30 cm - 1,2 meter sehingga menyebabkan lalu lintas dari Kota Semarang menuju Kabupaten Demak maupun sebaliknya terganggu. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Lalu banjir juga terjadi di Pekalongan. Air banjir di Pekalongan berwarna merah yang disebabkan oleh pencemaran limbah pewarna batik berwarna merah karena di lokasi tersebut terdapat ratusan pelaku usaha batik. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Sejumlah anak bermain di genangan banjir, di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Senin (8/2/2021). Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir dengan ketinggian hingga 170 centimeter yang merendam 13 desa di kecamatan Mejobo, Jati dan Undaan lebih dari sepekan akibat curah hujan tinggi serta meluapnya sungai Lusi dan Wulan itu menyebabkan sebanyak 17.614 jiwa terdampak dan 4.420 rumah terendam serta 576 warga mengungsi. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan akibat banjir, di jalur Pantura Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (8/2/2021). Tingginya intensitas hujan dan luapan air sungai mengakibatkan jalur pantura Losarang terendam banjir dan membuat kemacetan sepanjang dua kilometer dari arah Jakarta maupun dari arah Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Sejumlah kendaraan melintasi genangan air saat banjir di jalur Pantura kota Kendal, Jawa Tengah, Senin (8/2/2021). Sejak dua hari lalu jalur Pantura di kota Kendal tergenang air sehingga mengakibatkan lalu lintas tersendat, selain itu banjir juga menggenangi puluhan desa di kabupaten Kendal. ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Warga menyaksikan tayangan televisi di dalam rumahnya yang terendam banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (7/2/2021). Berdasarkan data dari Kantor Balai Desa Sayung, sebanyak 3.161 keluarga dengan total 10.297 jiwa yang tersebar di delapan dukuh di desa tersebut terendam banjir dengan variasi ketinggian sekitar 40-120 cm disebabkan oleh curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Dombo Sayung. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah disebut terjadi akibat curah hujan. Namun seperti yang dilansir dalam berita Kompas.com, Senin (8/2/2021), Ahli hidrologi Universitas Diponegro (Undip) Suripin, mengatakan, kurang tepat jika menyalahkan alam, dalam hal ini hujan, atas terjadinya banjir. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Suripin mengatakan faktor yang dominan adalah faktor antopodemik, yaitu faktor yang ditimbulkan oleh kegiatan manusia. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Menurutnya, faktor utama penyebab banjir kali ini adalah air hujan yang hampir seluruhnya menjadi limpasan permukaan. Hanya sebagian kecil air yang meresap ke dalam tanah. ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Sejumlah wilayah di jalur pantai utara (pantura) terendam banjir.

Karenanya, meski sistem yang ada selalu diperbaiki, tetapi beban debit air juga ikut bertambah karena pengembangan kota. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Foto udara sejumlah kendaraan melaju pelan di jalan pantura yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (8/2/2021). Sejumlah jalan Pantura Kabupaten Pekalongan terdampak banjir akibat hujan deras dan meluapnya sejumlah sungai yang mengakibatkan kendaraan tersendat hingga mencapai sekitar satu kilometer. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/foc.

Hal tersebut sejalur dengan penuturan Badan Geologi yang mencatat penurunan muka tanah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dengan penurunan tanah hingga enam sentimeter per tahunnya. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?
Foto: Pantura Terendam Banjir, Imbas Penurunan Muka Tanah?