Foto

Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 30 Jan 2021 14:30 WIB

Magelang - Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.

Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.
Saluran air yang memanjang dan membelah kota ini dibangun Belanda untuk memenuhi kebutuhan air. Adapun saluran air ini panjangnya 6,5 km mengalirkan air dari Kali Manggis dan berakhir di Kampung Jagoan, Kecamatan Magelang Selatan.
Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.
Adapun saluran air ini disebut dengan fly river atau aqua duct. Posisi saluran air ini berada di gundukan tanah yang memanjang dan ada juga yang memotong perlintasan jalan. Untuk yang memotong perlintasan jalan ini dibuat plengkung.
Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.
Plengkung ini di Kota Magelang ada tiga meliputi di Jalan Piere Tendean dibangun pada tahun 1883 dikenal dengan sebutan plengkung lama. Kemudian di Jalan Daha/Tengkon (1883), sedangkan yang ketiga di Jalan Ade Irma Suryani (1920), yang dikenal dengan sebutan plengkung baru.
Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.
Pegiat Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana, mengatakan salah satu keunikan di Kota Magelang adalah tentang aqua duct. Aqua duct, merupakan saluran air di atas jalan.
Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.
Bagus menuturkan, pemerintah Belanda membangun saluran air yang pertama tahun 1857 dengan membendung Sungai Elo di wilayah Gunungsaren, Secang, Kabupaten Magelang. Kemudian karena kebutuhan air semakin meningkat, pemerintah membangun lagi Bendung Pleret dan Badran.
Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.
Di pinggir saluran air tersebut pada tahun 2010 dibuat untuk area jogging track. Keberadaan jogging track ini bisa dimanfaatkan warga masyarakat.
Di Kota Magelang terdapat plengkung yang di atasnya merupakan saluran air memanjang. Bangunan itu adalah peninggalan Belanda yang hingga kini masih berfungsi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Sugeng Priyadi, mengatakan bangunan tiga plengkung tersebut tercatat sebagai cagar budaya sejak tahun 2010.
Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho
Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho
Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho
Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho
Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho
Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho
Plengkung Saluran Air di Magelang Ini Peninggalan Belanda Lho