Foto

Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI

dok. detikcom - detikNews
Minggu, 31 Jan 2021 07:01 WIB

Jakarta - Beragam peristiwa terjadi dalam sepekan terakhir ini, mulai dari erupsi Gunung Merapi hingga kasus COVID-19 yang mencapai lebih dari 1 juta kasus di RI.

Foto aerial suasana Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, di Jakarta, Kamis (28/1/2021). Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memberi kesempatan atau mengizinkan semua rumah sakit di Indonesia termasuk rumah sakit swasta jika memiliki fasilitas penanganan COVID-19 untuk memberikan layanan kepada pasien COVID-19 dengan tata cara penanganan sesuai SOP yang berlaku. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/hp.

Kasus COVID-19 di Indonesia terus meningkat, bahkan kini telah menembus angka 1 juta kasus. Indonesia  juga kini tengah menghadapi persoalan terkait rumah sakit yang dikabarkan sudah mulai penuh atau tingkat keterisiannya sudah mencapai di atas 70 persen. Sejumlah lokasi pun kini dialihfungsikan dan dirombak menjadi tempat isolasi pasien COVID-19 guna mengatasi permasalahan tersebut. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA.

Para tenaga kesehatan (nakes) mendapatkan vaksinasi COVID-19 tahap kedua, di Puskesmas Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021). Vaksinasi tahap kedua dilakukan 14 hari setelah tahap 1 selesai.

Selain itu, Indonesia juga terus mencanangkan vaksinasi COVID-19 guna mengatasi dan menanggulangi penyebaran virus Corona. Tenaga medis menjadi kelompok prioritas untuk divaksinasi terlebih dahulu mengingat mereka merupakan kelompok yang berada di garis depan penanganan dan penanggulangan pandemi virus Corona. Ratusan ribu tenaga kesehatan pun diketahui telah menjalani vaksinasi COVID-19. Ari Saputra/Dok. Detikcom.

Wuhan Jelang Imlek, Dulu Bak Kota Mati Kini Bersolek Cantik

Seperti diketahui, virus Corona pertama kali teridentifikasi di Wuhan, China. Kota itu pun lumpuh di awal tahun 2020 lalu karena menerapkan lockdown ketat guna mengatasi penyebaran virus Corona. Kini, setelah melakukan lockdown ketat guna mengatasi pandemi COVID-19, Wuhan mulai bangkit dan warganya pun mulai kembali beraktivitas normal. Getty Images.

Sebagian besar kehidupan di Wuhan telah kembali normal, bahkan ketika seluruh dunia masih bergulat dengan penyebaran varian virus corona baru penyebab Covid-19 yang lebih menular.

Aktivitas di Wuhan kembali berdenyut. Kota yang tahun lalu bagaikan kota mati itu kini mulai kembali dihiasi dengan gemerlap aktivitas warganya. Kehidupan malam di kota itu pun kembali bergeliat. Hal itu terlihat dari aktivitas para muda-mudi di Wuhan yang kembali meramaikan klub malam di kota tersebut. Meski begitu, sejumlah protokol kesehatan tetap wajib dipatuhi oleh warga guna mengantisipasi virus Corona yang masih menjadi pandemi global. Getty Images.

Dilansir AFP dan Channel News Asia, Selasa (26/1/2021), polisi antihuru-hara terlibat bentrok dengan sekelompok demonstran hingga berakhir penjarahan.

Berbeda dengan Wuhan yang tengah bangkit dan hampir kembali ke kondisi normal, sejumlah negara saat ini masih terus berupaya mengatasi pandemi COVID-19 dengan menerapkan pembatasan aktivitas dan jam malam seperti halnya di Belanda dan Lebanon. Namun, penerapan jam malam itu menuai protes dari warga Belanda. Bentrok pun tak terhindarkan saat sejumlah demonstran melakukan aksi protes atas keputusan pemerintah Belanda menerapkan jam malam tersebut. AP Photo/Peter Dejong.

Demonstran yang marah karena lockdown terkait virus Corona melakukan aksi bakar-bakar di Lebanon. Meraka juga melempari polisi dengan batu.

Aksi protes atas penerapan pembatasan aktivitas serta penerapan jam malam juga terjadi di Lebanon. Aksi bakar-bakaran pun tak terhindarkan. AP Photo.

Virus Nipah dikhawatirkan dapat jadi ancaman munculnya pandemi baru di dunia. Selain karena angka kematian yang tinggi, virus itu diketahui belum ada obatnya.

Belum usai pandemi COVID-19, Virus Nipah muncul dan menarik atensi publik. Virus yang diketahui dibawa oleh kelelawar buah ini diwaspadai menjadi pandemi baru di Asia. Virus Nipah pun masuk ke dalam 10 besar daftar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tinjauan patogen yang memicu kedaruratan kesehatan masyarakat. Mengacu pada jurnal WHO yang berjudul Nipah Virus Infection', ada beberapa negara di Asia yang pernah diserang wabah virus Nipah mulai dari Malaysia, Singapura, India, hingga Bangladesh. Ian Waldie/Getty Images.

Virus Nipah dikhawatirkan dapat jadi ancaman munculnya pandemi baru di dunia. Selain karena angka kematian yang tinggi, virus itu diketahui belum ada obatnya.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, virus yang pertama kali merebak di Malaysia pada tahun 1998 silam itu diketahui memiliki tingkat kematian yang tinggi dan belum ada obatnya sehingga dikhawatirkan bisa menjadi pandemi baru di kawasan Asia. Getty Images/Lauren DeCicca.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Berdasarkan laporan per 6 jam, BPPTKG mencatat Gunung Merapi telah memuntahkan 17 kali guguran lava pijar.

Terakhir, berita populer dalam sepekan terakhir ini adalah erupsi Gunung Merapi yang terjadi beberapa hari lalu. Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Merapi terpantau meningkat sejak Oktober 2020. Penetapan status Gunung Merapi dari level waspada ke Siaga pun diberlakukan pada 5 November 2020. Dua bulan setelah peningkatan status kewaspadaan tersebut, Gunung Merapi erupsi pada 4 Januari 2021 dengan tipe erupsi efusif. Erupsi efusif sendiri adalah ketika magma basal cair mencapai permukaan, sehingga material vulkanik, lava dan gas keluar perlahan tanpa diiringi ledakan yang merusak. PIUS ERLANGGA/Detikcom.

Gunung Merapi erupsi Rabu (27/1) siang ini. Warga yang berada di kawasan rawan bencana pun turun untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman.

Guguran awan panas imbas aktivitas Gunung Merapi itu pun terlihat pada Rabu (27/1) lalu. Kejadian awan panas guguran mencapai 52 kali. Jarak luncur awan panas diperkirakan sejauh 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi ke arah hulu Kali Boyong dan Krasak. Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyebut bahwa awan panas masih berpotensi terjadi di Gunung Merapi. Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya tersebut mengingat awan panas guguran dan lahar hujan Gunung Merapi dapat terjadi sewaktu-waktu. Jauh Hari Wawan S/Detikcom.

Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI
Foto Populer Pekan Ini: Erupsi Merapi-1 Juta Kasus Corona di RI