Foto

Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya

Ari Saputra - detikNews
Senin, 18 Jan 2021 11:00 WIB

Jakarta - Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menunda sidang agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi Pinangki Sirna Malasari, Senin (18/1/2021).

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Sidang ditunda lantaran orang tua Pinangki, yakni ayahnya bernama Heroe Sakuntala, meninggal dunia.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Pinangki meninggalkan ruang sidang dengan mata sembab karena menahan air mata.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Pinangki langsung menghadiri pemakaman ayahnya setelah mendapat izin dari hakim Pengadilan Tipikor.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Dengan dikawal petugas, Pinangki yang mengenakan rompi tahanan berangkat menuju acara pemakaman ayahnya.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Pinangki diizinkan keluar menghadiri pemakaman hingga proses pemakaman selesai. Sidang pun ditunda hingga Rabu (20/1).

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Tangan Pinangki juga diborgol saat keluar ruang sidang untuk menghadiri pemakaman ayahnya.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Pinangki dalam kasus ini didakwa menerima suap berkaitan upaya hukum fatwa MA Djoko Tjandra yang saat itu menjadi buron hak tagih (cessie) Bank Bali. Dia disebut jaksa menguasai USD 450 ribu yang diduga berasal dari Djoko Tjandra.

Sidang pleidoi dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari ditunda karena ayahnya meninggal dunia. Pinangki pun langsung menghadiri pemakaman dengan mata sembab.

Jaksa menyatakan pada 2019-2020, Pinangki yang saat itu masih berdinas sebagai jaksa, menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari kasus korupsi itu dengan cara menukarkan uang USD 337.600 di money changer atau senilai Rp 4,7 miliar.

Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya
Mata Sembab Pinangki Sebelum Menghadiri Pemakaman Ayahnya