Foto

Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi

AP Photo/Leo Correa - detikNews
Senin, 14 Des 2020 19:30 WIB

Sierra Leone - Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Marie Kamara masih duduk di bangku kelas lima sekolah saat seorang pria melamarnya. Ia pun berkata ingin bersekolah dan belum ingin menikah.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Namun, kondisi ekonomi Marie dan keluarganya tak dapat dikatakan baik. Pandemi COVID-19 yang melanda Sierra Leone, negara asal Marie, turut berdampak pada perekonomian warganya.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Tak sedikit warga yang kemudian kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena bisnis yang carut marut maupun kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Marie dan sejumlah gadis lain di kawasan Sierra Leone pun kemudian dihadapkan pada pilihan yang sulit, kelaparan atau terpaksa menikah di usia dini demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Pria yang melamar Marie diketahui merupakan pria berumur pertengahan 20-an yang bekerja sebagai penambang skala kecil. Meski begitu, orang tua pria yang melamarnya mampu menyediakan beras untuk makan keempat adik perempuan Marie dan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok lain untuk keluarganya.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Pernikahan dini juga turut dialami oleh Naomi. Dilansir dari AP, Naomi mengatakan keluarganya berprofesi sebagai petani dan tak memiliki uang untuk menyekolahkannya. Keluarganya pun kemudian menikahkannya dengan seorang pria. Saat tahu suaminya sudah memiliki istri lain, Naomi pun kemudian lari dari rumah suaminya tersebut.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Pernikahan dini menjadi salah satu momok menakutkan bagi para gadis di sejumlah negara di dunia. Kondisi keuangan keluarga yang tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kerap menjadi alasan untuk menikahkan anak perempuan mereka meski masih di bawah umur.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Dilansir dari AP, banyak negara kini tengah berjuang untuk mengentaskan pernikahan dini baik berdasarkan tradisi maupun kebutuhan ekonomi. Namun, perjuangan untuk mengentaskan pernikahan dini tersebut menjadi kian sulit saat pandemi COVID-19 melanda dunia. Pandemi tersebut tak hanya menggoyangkan sektor kesehatan, tetapi juga turut memberi dampak pada kondisi perekonomian berbagai negara dunia.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

PBB memperkirakan kesulitan ekonomi akibat pandemi COVID-19 akan mendorong 13 juta lebih banyak anak perempuan untuk menikah di usia dini. Kebanyakan pernikahan dini tersebut dilakukan secara rahasia.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Sebuah organisasi non-pemerintah, Save The Children memperkirakan di tahun 2020 ini hampir setengah juta lebih gadis di bawah 18 tahun berisiko tinggi untuk dinikahkan di seluruh dunia, sebagian besar di Afrika dan Asia.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Dalam kebanyakan kasus, saat akan melakukan pernikahan dini, orang tua si anak akan menerima mas kawin untuk anak perempuan mereka. Mas kawin tersebut dapat berupa sedikit tanah maupun hewan ternak yang dapat memberikan penghasilan maupun uang tunai. Setelah menikah, gadis-gadis tersebut pun kemudian akan tinggal bersama suaminya untuk melakukan pekerjaan rumah tangga maupun kerap kali bekerja di ladang untuk membantu suaminya.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Mengacu pada AP, di Sierra Leona tingkat pernikahan anak di bawah 18 tahun telah turun dari 56% pada tahun 2006 menjadi 39% pada tahun 2017. Namun, pencapaian besar itu kini menghadapi tantangan cukup besar yakni pandemi COVID-19 yang membuat sekolah-sekolah ditutup dan sejumlah anak-anak perempuan pun kemudian dinikahkan orang tua mereka saat kembali ke tempat asalnya.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Diketahui, melakukan hubungan seksual dengan gadis di bawah umur adalah ilegal di Sierra Leone. Meski begitu, pernikahan dini di negara itu jarang dilaporkan menjadi kasus hukum karena dinilai telah disetujui oleh keluarga.

Pandemi COVID-19 membuat mimpi para gadis di Sierra Leone untuk mengenyam pendidikan tinggi kian sulit. Himpitan ekonomi membuat mereka terpaksa menikah dini.

Upaya untuk mengentaskan pernikahan dini ini pun menjadi sulit karena tak sedikit ibu dari anak-anak gadis yang akan dinikahkan itu juga menjalani pernikahan dini dan mereka menggangap pernikahan dini merupakan hal yang normal karena dinilai tak merugikan anak-anak mereka. Mengentaskan pernikahan dini tak hanya dilakukan dengan meningkatkan perekonomian dan memberdayakan perempuan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru kepada para masyarakat akan pentingnya pendidikan untuk anak-anak sebagai upaya untuk memperbaiki perekonomian keluarga.

Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi
Nestapa Gadis di Negara Miskin, Terpaksa Menikah Dini Gegara Pandemi