Foto

Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente

Istimewa - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 21:15 WIB

Kongo - Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Sejumlah warga di Republik Demokratik Kongo tergabung dalam sebuah komunitas Society of Ambience-Makers and Elegant People (Sape). Anggota-anggota komunitas itu dikenal dengan gaya berpakaian yang necis dan parlente. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Diketahui, Kongo merupakan salah satu negara di Afrika yang hingga kini masih terus berupaya menanggulangi persoalan kemiskinan di negaranya. Kehadiran Society of Ambience-Makers and Elegant People (Sape) dimana anggota-anggotanya berpakaian parlente dengan beragam merek terkenal dunia cukup menarik perhatian publik maupun dunia. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Dilansir dari BBC Indonesia, komunitas Society of Ambience-Makers and Elegant People (Sape) dimana anggota-anggotanya bergaya necis nan parlente itu sempat tenar di dunia internasional pada tahun 2014 usai ditampilkan dalam iklan produk minuman beralkohol, Guiness. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Diketahui, para anggota komunitas ini pun berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan yang beragam, mulai dari sopir taksi hingga wirausaha. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Kebiasaan mengenakan pakaian necis dan parlente dari berbagai merek-merek terkenal tersebut menjadi salah satu upaya mereka untuk melupakan masalah. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Para anggota Sape ini pun dikenal dengan sebutan 'sapeur' bagi pria dan 'sapeuses' bagi perempuan yang bergabung dalam komunitas tersebut. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Bagi sebagian anggotanya komunitas Society of Ambience-Makers and Elegant People (Sape) telah menjadi bagian hidup mereka.  Selain itu, tak sedikit sapeur maupun sasapeuses yang telah bergabung dengan kelompok itu sejak lama. Bahkan ada yang sudah puluhan tahun menjadi seorang sapeur. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Tak heran terkadang para anggotanya turut serta mengajak anggota keluargannya yang lain juga untuk bergabung menjadi bagian kelompok tersebut. Salah satunya Israell Mbona (kanan) yang sudah menjadi sapeur selama tiga tahun. Meskipun masih berusia bocah, sarung yang digunakan ini berasal dari Skotlandia dan sepatunya, bermerek Versace. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Selain Mbona, Natan yang merupakan anak dari seorang sapeur ternama juga turut menjadi sapeur. Ia pun disebut mewakili gaya berbusana dari generasi baru. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Komunitas Sape yang diikuti warga Kongo menarik perhatian publik. Warga di komunitas itu bergaya necis dan parlente dengan pakaian dari merek-merek terkenal.

Meski tampak kontras dengan kehidupan masyarakat di Kongo, kebiasaan gaya hidup mewah dengan bergaya necis dan parlente yang dilakukan oleh para anggota Society of Ambience-Makers and Elegant People (Sape) memberikan wawasan baru terkait kehidupan sosial masyarakat di negara yang berada di benua Afrika tersebut. Istimewa/Dok. Tariq Zaidi via BBC Indonesia.

Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente
Saat Warga Negara Miskin di Dunia Ini Bergaya Necis nan Parlente