Foto

Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 09:43 WIB

Jakarta - Permasalahan pembebasan lahan jadi hambatan utama mangkraknya proyek normalisasi Ciliwung. Padahal proyek itu sendiri dapat meminimalisir banjir di Jakarta.

Foto udara suasana wilayah bantaran sungai Ciliwung yang belum dinormalisasi (atas) dan yang sudah dinormalisasi (bawah kanan) di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Minggu (5/1/2020). Rencana pembangunan tanggul normalisasi atau naturalisasi yang menjadi program Gubernur Anies Baswedan hingga saat ini belum mencapai target yaitu hanya 16,19 km dari total 33,69 km dikarenakan terkendala pembebasan lahan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Program normalisasi Sungai Ciliwung sudah mulai dikerjakan Pemprov DKI karena banjir besar yang melanda Jakarta pada 2012 silam. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Kampung Pulo, Jakarta Timur, ditargetkan rampung akhir tahun ini. Proses pengerjaan dinding turap di Kampung Pulo saat ini tengah dilakukan oleh sejumlah pekerja. Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, kini mulai terlihat rapi dan bersih. Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan pengerjaan dinding turap, disepanjang bantaran Kali Ciliwung, Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (28/09/2015). Rengga Sancaya/detikcom.

Normalisasi untuk melebarkan sungai dengan pemasangan turap beton dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Ibu Kota. Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Pekerja melakukan pengerjaan normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Pulo, Jakarta, Senin (12/10/2015). Proyek normalisasi itu bertujuan untuk mengembalikan lebar Sungai Ciliwung ke kondisi normal yaitu 35-50 meter, perkuatan tebing, pembangunan tanggul, dan meningkatkan kapasitas tampung air dari 200 meter kubik perdetik menjadi 570 meter kubik perdetik. Proyek normalisasi itu terus dikebut guna menghadapi musim penghujan agar warga Jakarta tidak merasakan banjir lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Rachman Haryanto/detikcom

Kegiatan ini dilakukan karena mengecilnya kapasitas sungai akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, aliran air yang belum terbangun dengan baik, dan penyalahgunaan untuk permukiman warga. Program normalisasi Ciliwung dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemprov DKI Jakarta. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Pekerja melakukan pengerjaan normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Pulo, Jakarta, Senin (12/10/2015). Proyek normalisasi itu bertujuan untuk mengembalikan lebar Sungai Ciliwung ke kondisi normal yaitu 35-50 meter, perkuatan tebing, pembangunan tanggul, dan meningkatkan kapasitas tampung air dari 200 meter kubik perdetik menjadi 570 meter kubik perdetik. Proyek normalisasi itu terus dikebut guna menghadapi musim penghujan agar warga Jakarta tidak merasakan banjir lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Rachman Haryanto/detikcom

Pemprov DKI bertugas membebaskan lahan untuk normalisasi sungai, sementara BBWSCC membangun infrastrukturnya. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Foto udara suasana wilayah bantaran sungai Ciliwung di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Minggu (5/1/2020). Rencana pembangunan tanggul normalisasi atau naturalisasi yang menjadi program Gubernur Anies Baswedan hingga saat ini belum mencapai target yaitu hanya 16,19 km dari total 33,69 km dikarenakan terkendala pembebasan lahan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Normalisasi 16 dari 33 kilometer panjang Sungai Ciliwung yang melintasi Jakarta dan harus dinormalisasi adalah 33,69 kilometer. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

Foto udara suasana wilayah bantaran sungai Ciliwung yang belum dinormalisasi (bawah) dan yang sudah dinormalisasi (kiri) di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Minggu (5/1/2020). Rencana pembangunan tanggul normalisasi atau naturalisasi yang menjadi program Gubernur Anies Baswedan hingga saat ini belum mencapai target yaitu hanya 16,19 km dari total 33,69 km dikarenakan terkendala pembebasan lahan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Jalur normalisasi terbentang dari Jembatan Jalan TB Simatupang hingga Pintu Air Manggarai. Proyek ini dikerjakan mulai 2013, saat Presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Foto udara suasana wilayah bantaran sungai Ciliwung yang belum dinormalisasi (kiri) dan yang sudah dinormalisasi (kanan) di kawasan Bukit Duri, Jakarta, Minggu (5/1/2020). Rencana pembangunan tanggul normalisasi atau naturalisasi yang menjadi program Gubernur Anies Baswedan hingga saat ini belum mencapai target yaitu hanya 16,19 km dari total 33,69 km dikarenakan terkendala pembebasan lahan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.

Dari 33,69 kilometer proyek normalisasi, baru 45 persen aliran Ciliwung yang terealisasi. Normalisasi dikerjakan dari 2013 hingga 2017. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Sudah tiga tahun, normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Manggarai mandek. Proses normalisasi tersebut terkendala pembebasan lahan.

Dan, di tahun 2018 masa kepemimpinan Anies menjabat Gubernur DKI Jakarta proyek itu pun mangkrak, alias nggak berjalan akibat minimnya pembebasan lahan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. BBWSCC tak menganggarkan normalisasi sungai dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018-2019. Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Sudah tiga tahun, normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Manggarai mandek. Proses normalisasi tersebut terkendala pembebasan lahan.

Padahal, proyek normalisasi Ciliwung ini dilakukan untuk mengurangi banjir yang kerap terjadi di Ibu Kota dan mengurangi kesan kumuh dengan banyaknya permukiman ilegal di bantaran sungai. Normalisasi Ciliwung itu pun sebenarnya dibagi menjadi empat ruas. Yakni, pembangunan tanggul ruas Jembatan Tol TB Simatupang-Jembatan Condet sepanjang 7,58 kilometer. Normalisasi itu baru terealisasi sepanjang 3,47 kilometer. Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Pekerja menggunakan alat berat pada pengerjaan proyek pembangunan Bendungan Ciawi di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2020). Bendungan Ciawi yang proses pengerjaannya telah mencapai 45 persen itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi resiko banjir di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Dengan berhentinya program normalisasi sungai di Jakarta, pemerintah pusat akhirnya fokus menyelesaikan program yang sama di hulu, tepatnya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pekerja menggunakan alat berat pada pengerjaan proyek pembangunan Bendungan Ciawi di Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2020). Bendungan Ciawi yang proses pengerjaannya telah mencapai 45 persen itu dibangun untuk mengendalikan aliran air dari hulu Sungai Ciliwung saat terjadi peningkatan debit air sehingga dapat mengurangi resiko banjir di Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Kementerian PUPR membangun dua dry dam di sana, yakni Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Dua bendungan itu akan mengurangi masalah banjir di Jakarta hingga 30 persen. Kedua bendungan ini ditargetkan rampung akhir 2020. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Banjir Jakarta beberapa waktu lalu membuat upaya untuk normalisasi Sungai Ciliwung kembali bergeliat. Pembebasan lahan untuk pelebaran sungai pun akan dilakukan

Rencananya, tahun 2020 normalisasi Ciliwung akan dilanjutkan mulai dari Pejaten Timur, Jakarta Selatan sepanjang 1,5 kilometer. Lahan sepanjang itu yang akan dinormalisasi dan sudah dibebaskan lahannya oleh Pemprov DKI Jakarta pada 2018. Foto: Pradita Utama/detikcom

Banjir Jakarta beberapa waktu lalu membuat upaya untuk normalisasi Sungai Ciliwung kembali bergeliat. Pembebasan lahan untuk pelebaran sungai pun akan dilakukan

Normalisasi Ciliwung pun terancam kembali terhenti di 2021 karena kegagalan Pemprov DKI membebaskan lahan. Foto: Pradita Utama/detikcom

Warga Bukit Duri yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung menolak penggusuran. Penolakan penggusuran untuk normalisasi Ciliwung disampaikan lewat spanduk.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sebenarnya berencana membebaskan 118 bidang tanah di bantaran Sungai Ciliwung pada akhir 2019. Lokasinya di Kelurahan Pejaten Timur, Tanjung Barat, Cililitan, dan Balekambang. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Warga Bukit Duri yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung menolak penggusuran. Penolakan penggusuran untuk normalisasi Ciliwung disampaikan lewat spanduk.

Dinas SDA bahkan sudah siap membayar 118 bidang tanah itu dengan anggaran Rp 160 miliar. Namun, pembebasan lahan akhirnya dibatalkan karena anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2019 defisit.  Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Melihat proyek pembangunan sodetan yang menghubungkan kawasan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur, Senin (12/10/2015). Proyek tersebut sudah mencapai 54,37 persen dengan total panjang 564 meter dari total pengerjaan sepanjang 1,27 km panjang sodetan yang telah direncanakan. Proyek tersebut dimulai sejak 19 Desember 2013 lalu. Rachman Haryanto/detikcom.

Proyek sodetan Ciliwung sempat terkendala gugatan class action warga Bidara Cina terhadap Pemprov DKI dan BBWSCC yang berlanjut sampai tingkat kasasi. Foto: Rachman Haryanto

Pemukiman warga di Bukit Duri, Jaksel dibongkar. Sebagian besar warga sudah pindah ke Rusun Rawa Bebek di Jakarta Utara.
Kawasan Bukit Duri di bantaran kali ini digusur karena akan dibuat sodetan mencegah banjir.
Pemprov DKI menertibkan bangunan yang tidak memiliki sertifikat.
Namun soal ini warga tengah melakukan gugatan ke pengadilan.
Penggusuran bangunan di bantaran Kali Ciliwung dilakukan pagi tadi.
Pihak Pemkot Jaksel sebelumnya menyebut tersisa 44 kepala keluarga di RW 09,10,11 dan 12 yang masih bertahan di wilayah tersebut.

Warga menuntut ganti rugi sebelum lahan mereka dibebaskan untuk membangun inlet sodetan Ciliwung. Gugatan di tingkat pertama dan banding itu pun akhirnya dimenangkan warga. Foto: Rengga Sancaya/detikcom

Dua alat berat dikerahkan meratakan ratusan bangunan di 4 RT Bukit Duri, Jakarta Selatan. Tidak ada perlawanan dari warga yang terdampak rencana normalisasi Kali Ciliwung itu.

BBWSCC mengikuti putusan pengadilan akan membayar ganti rugi pembebasan lahan dan bangunan untuk pembangunan inlet sodetan Sungai Ciliwung menuju KBT kepada warga Bidara Cina. Pembayaran akan dilakukan tahun ini. Pembangunan sodetan akan dieksekusi pada tahun ini. Foto: Rengga Sancaya

Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies
Foto Perjalanan Normalisasi Ciliwung sampai Mangkrak di Era Anies