Foto

Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia

Getty Images - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 19:30 WIB

Bangladesh - Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.

Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Permintaan itu disampaikan melalui dua pengacara asal Australia yang bertindak atas nama ratusan penyintas Rohingya dalam persidangan di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). ICC sedang mengadili tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukan oleh pemerintah dan aparat militer Myanmar pada tahun 2017.
Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Salah satu pengacara asal Australia Kate Gibson telah mengajukan mosi yang meminta ICC untuk menggelar persidangan di luar Eropa.
Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Kate Gibson yang mewakili pengungsi di Cox's Bazar di Bangladesh berharap pengadilan dapat menggelar beberapa atau sebagian persidangan di Bangkok, ibukota Thailand, atau di Bangladesh.
Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Sementara menurut Dr Emma Palmer, dosen Fakultas Hukum Universitas Griffith, jarak Kota Den Haag dengan para penyintas ikut berpengaruh pada cara mereka menjalankan persidangan.
Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Salah seorang saksi korban Muhammed Nowkhim berharap dapat memberikan keterangan di depan persidangan. Pria berusia 24 tahun ini melarikan diri bersama sekitar 20.000 warga lainnya, setelah desanya diserang dengan tembakan dan roket pada Agustus 2017. Muhammed mengaku jika sejumlah anggota keluarganya tertembak dan rumahnya dibakar dan rata dengan tanah. Menurutnya, bila proses persidangan ICC digelar dekat dengan lokasi korban, bukan di Kota Den Haag, maka akan lebih banyak orang lain yang ingin bersaksi.
Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Jika persidangan digelar di Asia maka setiap korban dapat secara terbuka menyampaikan keterangan di depan majelis hakim. Mahkamah juga bisa lebih dekat dengan bukti-bukti, lokasi, dan saksi.
Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Para penyintas di negara-negara seperti Kenya dan Republik Demokratik Kongo telah mengajukan permintaan serupa di masa lalu, tapi permintaan mereka ditolak dengan alasan keamanan, biaya dan kendala teknis.
Para pengungsi Rohingya meminta agar Mahkamah Pidana Internasional menggelar persidangan kasus ini lebih dekat dengan lokasi kejadian.
Disebutkan, Peradilan Luar Biasa yang didukung PBB dalam kasus Khmer Merah di Kamboja bisa menjadi contoh. Pengadilan tersebut menyelidiki kejahatan perang yang dilakukan rezim Khmer Merah pada tahun 1970-an. Sidang digelar di Phnom Penh pada tahun 2006.
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia
Pengungsi Rohingya Desak ICC Gelar Sidang di Asia