Foto

Sosok Difabel Inspiratif Tempuh Klaten-Jogja Demi Memburu Rezeki

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 20:00 WIB

Klaten - Andika Indra Saputra membuktikan keterbatasan tak jadi penghalang untuk mencari rezeki. Difabel inspiratif ini tempuh Klaten-Yogya demi jajakan kerak nasi-tisu.

Andika Indra Saputra membuktikan keterbatasan tak jadi penghalang untuk mencari rezeki. Difabel inspiratif ini tempuh Klaten-Yogya demi jajakan kerak nasi-tisu.

Andika Indra Saputra (33) mengidap tuna grahita sejak usia satu tahun. Namun keterbatasannya tak membuat pria kelahiran Cirebon itu hanya berpangku tangan dan menunggu turunnya bantuan. Andika, begitu dia disapa, memilih untuk berusaha semampunya. Berjualan menjadi salah satu alternatif yang bisa dia lakukan. Apalagi saat ini dia punya tanggungan istri dan seorang putri yang masih bayi.

Andika Indra Saputra membuktikan keterbatasan tak jadi penghalang untuk mencari rezeki. Difabel inspiratif ini tempuh Klaten-Yogya demi jajakan kerak nasi-tisu.

Selama masa pandemi Corona ini, praktis Andika tidak memiliki penghasilan. Apalagi empat bulan dia harus menetap di Boyolali, di rumah istrinya, karena dirumahkan oleh perusahaan batik di daerah Bantul. Selama berada di Boyolali, dia mengandalkan uang yang ada di tabungan untuk bertahan hidup dan membelikan susu untuk anaknya. Untuk mencukupi kebutuhan, kerak nasi atau orang Jawa menyebut lempeng, dan tisu menjadi barang yang dia jual. Andika menyebut saudaranya yang menyuplai kedua barang itu.

Andika Indra Saputra membuktikan keterbatasan tak jadi penghalang untuk mencari rezeki. Difabel inspiratif ini tempuh Klaten-Yogya demi jajakan kerak nasi-tisu.

Usahanya untuk menjual kerak nasi dan tisu itu baru dimulainya sejak dua minggu yang lalu. Hal itu seiring dilonggarkannya akses karena wacana new normal. Menurutnya, kecanggihan media saat ini sangat membantu dalam marketing dagangannya. Dia memasarkan produknya melalui Facebook ataupun WhatsApp.

Andika Indra Saputra membuktikan keterbatasan tak jadi penghalang untuk mencari rezeki. Difabel inspiratif ini tempuh Klaten-Yogya demi jajakan kerak nasi-tisu.

Ketika ada pesanan, Andika juga yang mengantarkan sampai ke depan pintu pembeli. Menurutnya, hal itu merupakan tanggung jawabnya sebagai penjual. Andika tidak pernah sekalipun menjual keterbatasannya, dan berharap dikasihani. Dia memegang prinsip tangan itu tetap harus di atas dan jangan sampai di bawah. Area jualan Andika cukup luas. Dia mengaku selain di wilayah Sleman, ada juga pembeli dari Kota Yogyakarta. Semuanya diantar sendiri dengan menggunakan motor matik roda tiga yang dimodifikasi hasil pemberian teman-temannya.

Andika Indra Saputra membuktikan keterbatasan tak jadi penghalang untuk mencari rezeki. Difabel inspiratif ini tempuh Klaten-Yogya demi jajakan kerak nasi-tisu.

Usaha kerasnya selama ini pun membuahkan hasil. Kendati keuntungan dari berjualan kerak nasi dan tisu tidak terlalu besar, namun bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Paling tidak, lebih besar dari penghasilannya saat membatik. Dia berkeinginan jika nantinya ada modal, akan mengembangkan usahanya. Setidaknya dia punya angan-angan untuk membuka warung kelontong bersama sang istri.

Sosok Difabel Inspiratif Tempuh Klaten-Jogja Demi Memburu Rezeki
Sosok Difabel Inspiratif Tempuh Klaten-Jogja Demi Memburu Rezeki
Sosok Difabel Inspiratif Tempuh Klaten-Jogja Demi Memburu Rezeki
Sosok Difabel Inspiratif Tempuh Klaten-Jogja Demi Memburu Rezeki
Sosok Difabel Inspiratif Tempuh Klaten-Jogja Demi Memburu Rezeki