Foto

Merapi yang Tak Pernah Tidur

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah - detikNews
Minggu, 03 Mei 2020 16:34 WIB

Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi. Menurut BPPTKG Yogyakarta masih ada potensi bahaya awan panas dari runtuhnya kubah lava saat letusan eksplosif.

Puncak Gunung Merapi terlihat dari Sungai Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (3/5/2020). Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 24 - 30 April 2020 aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi tercatat 10 kali gempa hembusan, 47 kali gempa fase banyak, 16 kali gempa guguran dan 8 kali gempa tektonik dengan potensi bahaya berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava jika terjadi letusan eksplosif. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
 Puncak Gunung Merapi terlihat dari Sungai Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (3/5/2020).
Puncak Gunung Merapi terlihat dari Sungai Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (3/5/2020). Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 24 - 30 April 2020 aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi tercatat 10 kali gempa hembusan, 47 kali gempa fase banyak, 16 kali gempa guguran dan 8 kali gempa tektonik dengan potensi bahaya berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava jika terjadi letusan eksplosif. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 24 - 30 April 2020 aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi tercatat 10 kali gempa hembusan, 47 kali gempa fase banyak, 16 kali gempa guguran dan 8 kali gempa tektonik.
Puncak Gunung Merapi terlihat dari Sungai Gendol, Bronggang, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (3/5/2020). Menurut laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta pada tanggal 24 - 30 April 2020 aktivitas Gunung Merapi masih cukup tinggi tercatat 10 kali gempa hembusan, 47 kali gempa fase banyak, 16 kali gempa guguran dan 8 kali gempa tektonik dengan potensi bahaya berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava jika terjadi letusan eksplosif. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/foc.
Hal ini masih membuat adanya potensi bahaya berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava jika terjadi letusan eksplosif.
Merapi yang Tak Pernah Tidur
Merapi yang Tak Pernah Tidur
Merapi yang Tak Pernah Tidur