Foto

2 Juta Botol Karbol Siap Perangi Corona

Lamhot Aritonang - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 17:31 WIB

Jakarta - Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyiapkan 2 juta botol berisi karbol untuk masjid di seluruh Indonesia. Hal ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyiapkan 2 juta botol berisi karbol untuk masjid di seluruh Indonesia. Hal ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen (Purn) Syafruddin menyerahkan secara simbolis kepada ketua masjid dari berbagai daerah yang disaksikan oleh Ketua Umum PP DMI, Muhammad Jusuf Kalla di Kantor DMI Pusat Jl. Jenggala I no. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).
Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyiapkan 2 juta botol berisi karbol untuk masjid di seluruh Indonesia. Hal ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyiapkan 2 juta botol berisi karbol untuk masjid di seluruh Indonesia. Penyediaan karbol ini dalam rangka gerakan membersihkan masjid guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).
Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyiapkan 2 juta botol berisi karbol untuk masjid di seluruh Indonesia. Hal ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.
JK mengatakan karbol yang disiapkan akan dibagikan ke masjid-masjid yang membutuhkan, terutama yang tidak mampu membeli karbol. Menurut dia, pembersihan masjid untuk mencegah Covid-19 minimal menggunakan karbol dengan membersihkan lantai masjid setiap pekannya.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyiapkan 2 juta botol berisi karbol untuk masjid di seluruh Indonesia. Hal ini dalam rangka mencegah penyebaran virus corona.
Terkait penyemprotan disinfektan, kata JK, DMI akan membentuk tim yang melibatkan perusahaan pembasmi hama untuk melakukan penyemprotan di masjid-masjid dengan target awal 10 ribu masjid di seluruh Indonesia dan DKI Jakarta.
2 Juta Botol Karbol Siap Perangi Corona
2 Juta Botol Karbol Siap Perangi Corona
2 Juta Botol Karbol Siap Perangi Corona
2 Juta Botol Karbol Siap Perangi Corona