Foto

Kepala BPIP-Komisi II Bahas Pemulangan Anak ISIS Eks WNI

Lamhot Aritonang - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 16:02 WIB

Jakarta - Komisi II DPR gelar Raker dengan Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi. Salah satu yang dibahas adalah rencana pemulangan anak-anak ISIS eks WNI ke Indonesia.

Rapat tersebut beragendakan mengenai program kerja BPIP tahun 2020. Selain itu, dalam rapat juga akan membahas isu-isu terkini.
Komisi II DPR menggelar rapat kerja (raker) dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kepala BPIP yang baru dilantik, Prof Yudian Wahyudi, hadir.
Rapat tersebut beragendakan mengenai program kerja BPIP tahun 2020. Selain itu, dalam rapat juga akan membahas isu-isu terkini.
Rapat digelar di ruang rapat Komisi II, gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Rapat dimulai pukul 14.20 WIB dipimpin Wakil Ketua Komisi II Arwani Thomafi.
Rapat tersebut beragendakan mengenai program kerja BPIP tahun 2020. Selain itu, dalam rapat juga akan membahas isu-isu terkini.
Agenda rapat terkait dengan program kerja BPIP tahun 2020. Selain itu, dalam rapat juga akan membahas isu-isu terkini.
Rapat tersebut beragendakan mengenai program kerja BPIP tahun 2020. Selain itu, dalam rapat juga akan membahas isu-isu terkini.
Prof Yudian hadir bersama Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo, Sestama BPIP, tiga deputi, serta para pejabat eselon II BPIP.
Rapat tersebut beragendakan mengenai program kerja BPIP tahun 2020. Selain itu, dalam rapat juga akan membahas isu-isu terkini.
Sebelumnya, Arwani Thomafi mengatakan dalam rapat ini juga akan membahas persoalan di masyarakat yang berkaitan dengan ideologi Pancasila. Salah satunya yang krusial, menurut Arwani, adalah tentang rencana pemulangan anak-anak ISIS eks WNI ke Indonesia.
Kepala BPIP-Komisi II Bahas Pemulangan Anak ISIS Eks WNI
Kepala BPIP-Komisi II Bahas Pemulangan Anak ISIS Eks WNI
Kepala BPIP-Komisi II Bahas Pemulangan Anak ISIS Eks WNI
Kepala BPIP-Komisi II Bahas Pemulangan Anak ISIS Eks WNI
Kepala BPIP-Komisi II Bahas Pemulangan Anak ISIS Eks WNI