Foto

Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan

Grandyos Zafna - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 20:07 WIB

Jakarta - Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja dan terencana.

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Dua eksekutor pembunuh Edi Chandra Purnama alias Pupung dan Muhammad Adi Pradana alias Dana yaitu Kusumawanto alias Agus dan Muhammad Nursahid alias Sugeng tertunduk saat hendak memasuki ruang sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020).

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana dua eksekutor pembunuh Edi Candra Purnama alias Pupung dan Muhammad Adi Pradana alias Dana. Sidang digelar dengan agenda pembacaan dakwaan.

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Dua eksekutor itu adalah Kusmawanto alias Agus dan Muhamad Nursahid alias Sugeng, mereka dalam perkara ini bertugas sebagai eksekutor pembunuh Dana dan Pupung. Perkara mereka tercatat dengan nomor 56/Pid.B/2020/PN. JKT.SEL.

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Dua eksekutor tersebut didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Jaksa Sigit memaparkan, kasus ini bermula saat Aulia Kesuma terlilit banyak hutang yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah. Aulia pun meminta suaminya Edi Chandra alias Pupung untuk menjual rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Namun, Pupung tidak menyetujui hal itu. Aulia pun menyusun strategi untuk membunuh Pupung beserta anak tirinya, Muhammad Dana Pradana alias Dana. Hal itu ia lakukan dengan maksud jika Pupung terbunuh otomatis hartanya untuk Aulia, dan Aulia bisa bebas membayar hutang yang jumlahnya miliaran rupiah itu.

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Strategi Aulia untuk membunuh akhirnya dibantu oleh anak kandungnya Geovanni Kelvin. Kemudian rekan-rekan Aulia juga membantu yaitu Rody Syaputra Jaya MPS, pembantunya Karsini, dan Supriyanto, serta seorang dukun bernama Aki.

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Kemudian, Aki ini menghubungi Sugeng dan Agus dan memerintahkan keduanya untuk bertemu dengan Aki di Jakarta. Jaksa mengatakan Aki dengan terang-terangan meminta Agus dan Sugeng untuk membunuh dengan imbalan Rp 100 juta, permintaan itu lantas disanggupi oleh Agus dan Sugeng, namun mereka meminta uang Rp 200 juta sebagai imbalan dan disanggupi Aulia.

Dua eksekutor pembunuh Pupung dan Dana menjalani sidang dakwaan di PN Jakarta Selatan. Keduanya didakwa jaksa melakukan pembunuhan dengan sengaja.

Atas perbuatannya itu, Agus dan Sugeng didakwa melanggar Pasal 340 juncto 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan atau Pasal 338 juncto 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan
Dua Eksekutor Pembunuh Pupung-Dana Tertunduk Lesu di Persidangan