Foto

Ini Dia Pelaku Pembunuhan Edward Silaban

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 21:50 WIB

Bandung - Pelaku pembunuhan Edward Silaban ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Begini tampangnya.

Pelaku pembunuhan Edward Silaban ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Begini tampangnya.

Dua pelaku utama pembunuhan penagih utang Edward Silaban berinisial LT dan RM digiring ke Mapolresta Bandung.

Pelaku pembunuhan Edward Silaban ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Begini tampangnya.

Mereka tega membunuh rekan bisnisnya tersebut karena dipicu permasalahan utang sebesar Rp 150 juta.

Pelaku pembunuhan Edward Silaban ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Begini tampangnya.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, LT memiliki utang kepada korban sebesar Rp 150 juta. Karena tidak mampu membayar LT akhirnya merencakana pembunuhan keji itu dan mengajak RM yang berperan sebagai eksekutor.

Pelaku pembunuhan Edward Silaban ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Begini tampangnya.

Kedua pelaku terus menunduk saat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Bandung.

Pelaku pembunuhan Edward Silaban ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Begini tampangnya.

Dalam kasus ini, sementara sudah tujuh tersangka ditetapkan tersangka. Dua pelaku utama dan lima lainnya turut membantu pembunuhan berencana tersebut.

Pelaku pembunuhan Edward Silaban ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. Begini tampangnya.

Sekadar diketahui, Edward Silaban dilaporkan hilang pada Kamis (27/1). Saat itu keluarga sudah melaporkannya ke polisi. Beberapa hari kemudian, sepeda motor milik korban ditemukan di gudang kosong area belakang kedai ramen, Jalan Raya Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jasad Edward ditemukan di bawah jurang di daerah Kabupaten Bandung Barat.

Ini Dia Pelaku Pembunuhan Edward Silaban
Ini Dia Pelaku Pembunuhan Edward Silaban
Ini Dia Pelaku Pembunuhan Edward Silaban
Ini Dia Pelaku Pembunuhan Edward Silaban
Ini Dia Pelaku Pembunuhan Edward Silaban
Ini Dia Pelaku Pembunuhan Edward Silaban