Foto

Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 16:09 WIB

Bekasi - Ancaman abrasi di pesisir Utara Bekasi kini makin terlihat jelas. Salah satu yang terdampak adalah Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, Muara gembong, Bekasi.

Kawasan pemukiman di utara Bekasi itu sebelumnya dihuni ratusan kepala keluarga (KK). Namun, sejak 12 tahun silam rumah-rumah tetangganya tersebut tenggelam akibat abrasi.

Selain di Kampung Muara Jaya, Desa Pantai Mekar, abrasi juga telah membuat ratusan KK di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, kehilangan tempat tinggal.

Sebagian besar warga Kampung Beting berprofesi sebagai nelayan, namun pendapatannya tidak menentu. Mereka memilih bertahan tinggal di sana, meski permukimannya terancam tenggelam.

Ratusan rumah kini tak lagi berpenghuni. Sebagian tenggelam ditelan laut, sebagian lagi dibiarkan kosong dan rusak lantaran cukup lama ditinggal pemiliknya.

Alasan serupa juga diungkapkan oleh Mas'ud (39). Lelaki kelahiran Banten yang dibawa ke Kampung Beting oleh kedua orangtuanya sejak berusia 7 tahun ini mengaku tak punya pilihan lain selain bertahan di permukiman yang tiap hari direndam air saat laut pasang.

Ayah tiga anak yang berprofesi sebagai nelayan ini hanya bisa pasrah jika kampung tempat tinggalnya tenggelam akibat abrasi.

Semua warga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari dampak abrasi ini, tapi apa boleh buat? Perkampungan mereka malah terus terendam. Seperti ini.

Lelaki berperawakan tinggi itu merupakan satu dari beberapa warga yang memilih bertahan hidup di Kampung Muara Jaya, meskipun dihantui bahaya abrasi. Ia tinggal berdua dengan putri bungsunya di rumah yang setiap hari terendam air saat laut pasang.

Tak hanya pemukiman tempat tinggal yang ikut terendam oleh abrasi dari air laut di utara Bekasi. Tapi sebuah sekolah yang ada di kawasan itu juga ikut terendam.

Bahkan tempat pemakaman umum di Desa Pantai Bahagia juga kini terendam air laut.

Ia mengungkapkan, tidak ada penanganan berarti dari pemerintah daerah setempat. Bahkan, upaya evakuasi juga tak pernah dilakukan. Akibatnya, selain ratusan rumah, ada juga dua masjid dan sebuah sekolah yang nyaris rusak lantaran setiap hari terendam air laut.

Biasanya air pasang dari pagi sekitar jam 7 pagi sampai jam 9 atau paling lama jam 10 siang. Air bisa masuk rumah, tingginya di atas mata kaki.

Meski telah belasan tahun hidup di tengah ancaman abrasi, warga Kampung Beting tetap bertahan di sana karena tak punya tujuan tempat berpindah.

Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi
Melihat Lagi Ancaman Abrasi di Utara Bekasi