Foto

Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 07:29 WIB

Palembang - Perekonomian dan ketahanan pangan terus ditingkatkan pada masyarakat desa yang lebih mandiri dan peduli agar tak lagi membakar lahan dan hutan. Ini potretnya.

Program DMPA dari mitra pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinarmas, bukan hanya sekedar meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan namun menjadikan masyarakat desa yang lebih mandiri dan peduli terhadap area kerjanya sehingga tak lagi membakar lahan dan hutan.

Suara lonceng kuning yang terpasang di leher sapi berbunyi saat Joni Iskandar menarik tali kendali ternaknya ke arah sisi barat lahan berumput di Desa Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lincir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Joni Iskandar merupakan salah satu warga Desa Pagar Desa yang mendapatkan bantuan sapi bergulir dari PT Bumi Persada Permai melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). 

Tak hanya program sapi bergulir yang diterima warga Pagar Desa, ada juga program bantuan kambing dan pertanian hortikultura yang disalurkan untuk meningkatkan perekonomian warga secara mendiri.

Di desa lain di Kabupaten Musi Banyuasin tepatnya di Desa Karya Mukti, Kecamatan Lalan, 43 petani menerima bantuan modal kerja Rp1 juta per hektare lahan sawah sehingga tidak lagi tergantung akan tengkulak.Selain bantuan untuk petani, ibu-ibu di Desa Mandala Sari, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin menikmati program DMPA dari PT Sumber Hijau Permai berupa alat-alat pembuatan kripik singkong .

Kini para petani dapat memproduksi 350 bungkus kripik per bulannya.

Sementara di Provinsi Jambi, tepatnya di Desa Lubuk Mandarsyah, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, terdapat kelompok Tani Genap Mufakat yang memproduksi pupuk kompos organik.

Bahan bakunya berasal dari kotoran sapi, daun kelapa sawit serta ampas dari pengolahan sawit menggunakan peralatan bantuan dari PT Wira Karya Sakti.

Selain itu juga, ada sebuah kelompok tani yang menerima bantuan untuk budidaya tanaman Gambas atau oyong.

Kelompok tani lainnya yang menanam cabai dan melon pun juga menerima manfaat dari program tersebut sehingga meningkatkan status perekonomian masyarakat melalui komoditas utama.

Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla
Beginilah Potret Kemandirian Warga Cegah Karhutla