Foto

Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka

Pradita Utama - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 08:48 WIB

Jakarta - Rob masih menjadi momok bagi warga di pesisir utara Jakarta. Beginilah penampakan naiknya permukaan air laut yang diabadikan detikcom selama 2 tahun terakhir.

Banjir rob ini menerjang pesisir utara Jakarta dan menggenangi pemukiman warga disana.

Badan Geologi bahkan sudah melakukan kajian terkait penurunan permukaan tanah. Tercatat hingga 2013 permukaan tanah di Jakarta sudah turun 40 meter dari asalnya, khususnya di Jakarta bagian utara.

Dampak yang sudah jelas terlihat adalah wilayah di pesisir Jakarta Utara. Air laut sudah masuk dan mengurangi batas wilayah di Jakarta Utara. Padahal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan daerah pesisir Jakarta Utara akan mengalami air pasang maksimum pada 9 Januari hingga 11 Januari 2020.

Masuknya air laut ke wilayah Jakarta sudah menimbulkan intrusi atau masuknya air laut ke pori-pori batuan yang mencemarkan air tanah. Menurut catatan Badan Geologi intrusi air laut sudah mencapai wilayah Monas bagian utara.

Salah satu penyebab penurunan permukaan tanah dan intrusi air laut adalah pengambilan air tanah yang berlebihan diberbagai wilayah Jakarta.

Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pernah mengungkapkan Jakarta bisa tenggelam di tahun 2030. Rata-rata penurunan muka tanah DKI Jakarta sekitar 7,5 cm per tahun. Dia menyebut, bahkan ada wilayah yang penurunan muka tanahnya mencapai 18 cm per tahun.

Selain itu mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menerangkan, rata-rata penurunan muka tanah DKI Jakarta sekitar 7,5 cm per tahun. Penurunan muka tanah sendiri sudah terjadi sejak 1975. Penurunan muka tanah ini sejalan masifnya pengambilan air tanah serta pembangunan yang masif.

Guna memitigasi risiko tersebut, pemerintah mulai membangun tanggul pengamanan pantai. Tanggul yang masuk dalam proyek Terpadu Pesisir Ibukota Negara atau National Capital Integrated Coastal Deveploment (NCICD) di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara Itu itu dibangun pada tahun 2014.

Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan tanggul laut raksasa lepas pantai Jakarta bisa dimulai pada 2021 setelah penyusunan masterplan rampung disusun.

Pembangunan tanggul laut raksasa merupakan upaya jangka panjang dalam mengatasi penurunan muka tanah dan kenaikan air laut di pesisir Jakarta.

Tanggul pengamanan pantai atau giant sea wall dibangun untuk menjaga sebagian wilayah Utara Jakarta yang terancam tenggelam lantaran permukaan tanah yang terus turun.

Disamping ancaman air laut yang terus naik akibat penurunan tanah yang terus turun drastis di Jakarta, tanggul laut di Muara Baru jebol beberapa bulan lalu. Tanggul NCICD itu jebol sekitar 100 meter.

Salah satu titik tanggul juga retak. Air laut pun merembes melalui retakan tanggul. Alhasil, rumah warga pun ikut terendam.

Banyak bangunan di pesisir utara Jakarta ditinggal penghuni akibat banjir rob. Staf Ahli Menteri PUPR Firdaus Ali mengatakan bahwa pembangunan tanggul laut raksasa atau dikenal dengan sebutan giant sea wall merupakan upaya jangka panjang dalam mengatasi penurunan muka tanah dan kenaikan muka air laut di pesisir Jakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan daerah pesisir Jakarta Utara akan mengalami air pasang maksimum pada 9 Januari hingga 11 Januari 2020. Air pasang maksimum ini diduga akan mengakibatkan banjir rob dan bisa memperparah banjir di Jakarta. ketinggian air bisa mencapai 1,4 meter tetapi saat ini ketinggian air hanya 40 sentimeter (Cm) karena baru memasuki fase pasang-surut perbani (neap tides).

BMKG memperkirakan air pasang maksimum akan terjadi pada 9 Januari pukul 10.00 WIB, 10 Januari pukul 10.00-11.00 WIB, dan 11 Januari 2020 pukul 11.00 WIB. Perlu diketahui, pascabanjir akibat curah hujan yang tinggi kemarin, kini warga pesisir Jakarta Utara juga sudah harus bersiap untuk menghadapi banjir rob pada pekan ini.

Air pasang maksimum nanti diduga akan mengakibatkan banjir rob dan bisa memperparah banjir di Jakarta khususnya pesisi utara Jakarta. Sudah siapkah?

Seorang anak bermain di banjir Rob yang menggenangi kawasan hutan bakau Muara Angke. Perlu diketahui setelah pasca banjir akibat curah hujan yang tinggi kemarin, kini warga pesisir Jakarta Utara sudah mulai harus bersiap diri menghadapi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada pekan ini. 

Beberapa warga tampak membakar sampah di samping tanggul Jakarta. Karena ancaman air laut di Jakarta bukanlah sebuah mitos. Sudah siapkah kita?

Seorang anak juga tampak asyik bermain sepakbola di kawasan pesisir utara Jakarta yang kerap dilanda banjir rob saat kawasan tersebut masih kering.

Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka
Ancaman Air Laut Jakarta Bukan Mitos Belaka