Foto

Derita Anak-anak Saat Migrasi Massal di Negara Konflik

Istimewa/UNICEF/Magnus Wennman - detikNews
Kamis, 12 Des 2019 14:06 WIB

Jakarta - Sejumlah anak-anak pengungsi di negara konflik terpaksa harus bermigrasi massal ke tempat yang lebih aman. Berikut potret keseharian mereka dalam perjalanan.

Pada 8 Februari 2015, dua orang bocah bernama Ralia 7 tahun dan Rahaf 13 tahun, tampak tertidur pulas di trotoar di jalanan Beirut, Lebanon. Sebuah granat membunuh ibu dan saudara mereka di Damaskus, Suriah. Keduanya sudah tidur di jalanan selama setahun sejak bermigrasi massal.
Bocah bernama Lamar dari Baghdad, Irak, tertidur menggunakan selimut di dalam hutan. Setelah upaya menyebrangi laut dari Turki menggunakan perahu kecil pada 15 September 2015.
Ahmed bocah berusia 6 tahun asal Suriah tampak tertidur di rumput saat malam hari dalam perjalanan migrasinya pada 28 Agustus 2015. Sejak ayahnya terbunuh, Ahmed dirawat oleh pamannya. Sang paman mengatakan, sesekali Ahmed menangis di malam hari.
Fara, bocah berusia 2 tahun ini terjaga saat tertidur di malam hari pada 4 Februari 2015.
Pada 3 Maret 2015, Mohammed bersuai 13 tahun terlihat termenung. Ia bercita-cita menjadi arsitek. Biasanya, Mohammed suka berjalan-jalan menyusuri Aleppo, Suriah sambil melihat bangunan rumah-rumah. Namun, sekarang banyak bangunan favoritnya yang hancur berkeping-keping akibat konflik. Dia mengatakan yang paling aneh dari perang ialah kamu terbaisa takut.
Walla bocah berusia 5 tahun asal Aleppo, Suriah. Selalu terbangun saat tidur malam. Trauma yang dialaminya sangat membuatnya tertekan karena pada malam hari terjadi serangan yang menghancurkan rumahnya pada 10 Februari 2015 lalu.
Derita Anak-anak Saat Migrasi Massal di Negara Konflik
Derita Anak-anak Saat Migrasi Massal di Negara Konflik
Derita Anak-anak Saat Migrasi Massal di Negara Konflik
Derita Anak-anak Saat Migrasi Massal di Negara Konflik
Derita Anak-anak Saat Migrasi Massal di Negara Konflik
Derita Anak-anak Saat Migrasi Massal di Negara Konflik