Foto

Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan

Pradita Utama - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 15:05 WIB

Jakarta - Sejumlah anak berkebutuhan khusus atau peyandang disabilitas melakukan kegiatan di Sekolah Luar Biasa Negeri 9, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/12).

Sejumlah anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas saat beraktivitas di Sekolah Luar Biasa Negeri 9, Sunter, Jakarta Utara.
Sekolah tersebut diresmikan pada bulan Maret 2019 dan mulai aktif belajar pada bulan Juli 2019.
Saat ini sekolah tersebut memiliki jumlah total murid sebanyak 102 anak dengan jumlah pengajar kurang lebih mencapai 60 orang.
SLBN itu memiliki tingkatan dari TK, SD, SMP, SMA.
Tenaga pengajar di sekolah tersebut memberikan edukasi kepada beberapa penyandang disabilitas seperti tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, cerebral palsu, dan down syndrome.
Menurut pengajar untuk memberikan edukasi kepada anak penyandang disabilitas perlu ekstra kesabaran karena mereka berbeda dengan anak normal lainnya. Selain itu dalam satu kelas tidak boleh dicampur seluruh jenis penyandang disabilitas, harus dipisah satu persatu.
SLBN ini tidak harus selalu memprioritaskan akademisi bagi muridnya karena bagi merek yang paling penting adalah memberikan perhatian lebih kepada mereka serta menggali keahlian pribadi masing-masing. Menurut Kepala Sekolah SLBN 9 Narno, berharap dapat menampung semua anak-anak penyandang  disabilitas dan menambah  tenaga pengajar.
Dan di sekolah ini juga terdapat guru khusus mengajar anak-anak dari non Muslim. Dalam Memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada hari ini, Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) mengingatkan untuk menjadikannya sebagai momen meneguhkan komitmen pemerintah, dan lembaga dan masyarakat terkait pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. 
Jika di sisi pendidikan pemerintah Indonesia telah berusaha untuk memberikan pendidikan sebaik mungkin bagi penyandang  disabilitas, lalu bagaimana ketika mereka berada di jalan umum atau ketika menarik transportasi dan fasilitas umum, apakah telah nyaman?
Dan saat ini masih banyak stigma negatif untuk penyandang disabilitas sehingga menyulitkan mereka untuk mencari kerja di perusahaan.
Seperti kasus dokter Romi yang dibatalkan menjadi dokter gigi karena penyandang disabilitas. Tetapi tidak semua penyandang disabilitas selalu berada dalam stigma negatif.
Saat iini ada penyandang tuna rungu Angkie Yudistia yang menjadi Staff Khusus Presiden Jokowi.
Mungkin perjuangan penyandang disabilitas saat ini tidak mudah untuk memperjuangkam hal keadilan sosial sebagai warga negera Indonesia. 
Tetapi hal itu mungkin akan terasa ringan jika kita menganggap mereka sebagai saudara kita layaknya makhluk Tuhan yang diciptakan dengan tujuan kemuliaan.
Selamat Hari Disabilitas Internasional 2019.
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan
Menjaga Insan Penyandang Disabilitas Melalui Pendidikan